Penghargaan Sastra BRICS Pertama Anugerahkan Kepada Perwakilan Indonesia dan Mesir

Minggu, 25 Jan 2026 02:27
    Bagikan  
Penghargaan Sastra BRICS Pertama Anugerahkan Kepada Perwakilan Indonesia dan Mesir
Sastri Bakry

Penghargaan Sastra BRICS Pertama diserahkan pada 24 Januari 2026 di Pameran Buku Internasional Kairo, dengan perwakilan Indonesia dan Mesir sebagai pemenang.

NARASINETWORK.COM - Penulis Salwa Bakr dari Mesir dan Denny JA dari Indonesia resmi menjadi penerima Penghargaan Sastra BRICS yang pertama diselenggarakan. Denny JA memperoleh hadiah sebesar 200 juta rupiah, sementara Salwa Bakr menerima 600 ribu EGP. Selain uang tunai, kedua pemenang mendapatkan plakat dan buku sebagai souvenir.

Penghargaan diserahkan di Hall Internasional Pameran Buku Internasional Kairo, Mesir, pada tanggal 24 Januari. Penyerahan dilakukan oleh Direktur Eksekutif Penghargaan BRICS, Aleksander Okstovich, didampingi Direktur Eksekutif BRICS Literature Network, Vadim Terekhin, dan Koordinator BRICS Mesir, Douha Mostafa.

Proses pemilihan dilakukan oleh dewan juri profesional internasional melalui tahapan bertingkat. Tahap awal meliputi pengumuman lebih dari 30 nama dalam daftar panjang yang diumumkan di Brasil. Selanjutnya, dipilih 10 nominasi dalam daftar pendek yang diumumkan di Jakarta, Indonesia. Tahap akhir adalah pengumuman dua pemenang terbaik yang dilakukan di Rusia.

Salwa Bakr adalah tokoh sastra terkemuka yang menulis dalam bahasa Arab. Ia telah menghasilkan 7 novel, 7 kumpulan cerpen, dan sebuah drama. Karya-karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk bahasa-bahasa Eropa, sehingga dikenal di luar negeri.

Sebagai penerima penghargaan utama, Salwa Bakr menyampaikan perasaannya kecewa karena Kementerian Kebudayaan Mesir tidak menghadiri acara dan tidak mengirimkan wakil. Ia menyatakan bahwa novel yang membuatnya meraih penghargaan mengangkat berbagai aspek budaya Mesir.

Denny JA menerima penghargaan khusus "Untuk Inovasi di Bidang Sastra" atas kontribusinya dalam pengembangan genre puisi esai, yang menggabungkan unsur faktual dan liris. Pidatonya tidak dapat dibacakan secara langsung karena ia sedang menjalankan tugas yang tidak dapat ditinggalkan, sehingga pembacaan dilakukan oleh Koordinator Sastra BRICS Indonesia, Sastri Bakry.

Dalam pidatonya, Denny JA menyampaikan peran sastra dan budaya dalam ruang lingkup global. Ia juga menjelaskan tentang perjuangannya dalam menemukan dan mengembangkan genre baru puisi esai yang menggabungkan imajinasi, fakta, dan data hingga karya-karyanya diakui luas.

"Sastra dunia saat ini masih sangat dipengaruhi oleh tradisi Barat. Ini adalah sejarah, bukan permusuhan. Dari kehidupan biasa, ada cerita yang layak untuk didengar. Dari Mesir, sebuah tanah yang mengajarkan kemanusiaan tentang cara mengingat, aku diingatkan akan alasan kita menulis. Kita menulis agar penderitaan tidak hilang seiring waktu. Kita berinovasi agar bahasa dapat berperan dalam menyembuhkan," ujar Denny JA.

Ia memberikan pesan kepada para penulis muda dari negara-negara Global South agar terus menulis, karena karya lokal akan dapat dikenal secara global seiring waktu. Ia berharap BRICS dapat terus berkembang tidak hanya dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan politik, tetapi juga dalam membangun masa depan moral dan budaya bagi seluruh kemanusiaan.

Acara dihadiri oleh penulis, sastrawan, wartawan, perwakilan BRICS dari Rusia, Mesir, dan Indonesia, serta mahasiswa Indonesia yang mengunjungi Pameran Buku Kairo.

Penghargaan Sastra BRICS dibentuk pada tahun 2024 dalam forum "Nilai-Nilai Tradisional". Tujuan penghargaan adalah untuk mendorong dialog antarbudaya serta menyebarkan nilai-nilai tradisional melalui karya sastra penulis dari negara-negara anggota BRICS.

Dalam sambutannya, Vadim Terekhin menyatakan bahwa penganugerahan penghargaan ini menunjukkan bahwa sastra negara-negara anggota BRICS adalah bagian dari ruang budaya global. Ia berharap penghargaan dapat menjadi awal bagi perjalanan Salwa Bakr dan Denny JA dalam dunia sastra, serta menjadi awal untuk mendapatkan pengakuan tidak hanya di negara-negara BRICS tetapi juga di seluruh dunia. Karya kedua pemenang akan diterjemahkan ke dalam 10 bahasa untuk memperluas jangkauan pembaca.

 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Australia Highlights New Colombo Plan on International Day of Education Focus on Asia Capability
Tanpa Ekspektasi Juara Alvin Nomleni dari NTT Sukses Bawa Pulang Medali Emas ASEAN Para Games
PAUD Sebagai Pondasi Pembentukan Karakter Anak Himpaudi Jakarta Pusat Gelar Rakerda Ke-II Tahun 2026
Kali Krukut Belum Diturap Tanggul Jebol Bikin Genangan
Banjir Kota Tangerang Gubernur Banten Pantau Lapangan Pemkot Siapkan Bantuan dan Posko Kesehatan
Penghargaan Sastra BRICS Pertama Anugerahkan Kepada Perwakilan Indonesia dan Mesir
ICONNET Berikan Diskon 75 Persen Untuk Pelanggan Terdampak Bencana Sumatera
Program ILLA 2026 Angkatan Pertama Promosi Bahasa dan Budaya Indonesia ke Australia
Emisi Gas Rumah Kaca Dampak pada Ekosistem Laut dan Lonjakan Kerugian Ekonomi Global
Kendaraan Listrik di Indonesia Tren Pertumbuhan dan Tantangan Pasca Insentif Tahun 2026
KUHAP Baru Berlaku 2026, Aparat Dilarang Ekspos Wajah Tersangka ke Publik
Indonesia-UK Agreements Signed as President Prabowo Completes Official Visit
Wali Kota Jakarta Utara Hadiri Pengangkatan Wakapolres Baru AKBP Rohman Yonky Dilatha
PWI Pusat Gelar Kemah Budaya di Kawasan Adat Baduy untuk HPN 2026 Rumah Baca Ceria Bekasi Ikut Berpartisipasi
Sirkuit Motocross Selapajang Kota Tangerang Siap Beroperasi Dua Kejuaraan Nasional Akan Digelar Tahun 2026
10 Pojok Literasi Masyarakat Akan Dibangun di Kota Tangerang Tahun 2026 Pemkot Fokus Perluas Akses Literasi
Tanah Dirampas Proyek Tol Getaci, Lima Tahun Nenek Oom Menunggu Hak yang Tak Kunjung Datang
Penguatan Pangan, Energi, dan Infrastruktur Jadi Fokus Rakernas APKASI Tahun 2026
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
100 Tahun Jam Gadang Bukittinggi IMLF-4 Jadi Bagian dari Rangkaian Perayaan Bersama SatuPena Sumbar