Nominasi Penghargaan Sastra BRICS 2025 Diumumkan, Soroti Kerja Sama Lintas Negara

Senin, 27 Oct 2025 20:52
    Bagikan  
Nominasi Penghargaan Sastra BRICS 2025 Diumumkan, Soroti Kerja Sama Lintas Negara
Sastri Bakry

Jakarta menjadi tuan rumah pengumuman 10 nominasi Penghargaan Sastra BRICS 2025. Penghargaan ini bertujuan untuk mempromosikan kerja sama budaya dan mengapresiasi karya sastra dari negara-negara BRICS.

NARASINETWORK.COM - Sepuluh nominasi untuk Penghargaan Sastra BRICS telah diumumkan pada 27 Oktober 2025, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, yang terletak di Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara ini berlangsung di lantai empat Gedung Ali Sadikin dan disiarkan secara daring, memungkinkan partisipasi dari berbagai negara.

Konferensi pers tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting, termasuk Sastri Bakry, Koordinator Nasional Jaringan Sastra BRICS di Indonesia; Vadim Teryokhin, seorang penyair dan Koordinator Umum Asosiasi Penulis BRICS, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BRICS Literature Network (Rusia); Dr. Ganjar Harimansyah, Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPPB); Nikita Sergeevith Shilikov, Direktur Russian House; dan Ir. Shadiq Pasadique, anggota DPR RI.

Para narasumber menekankan pentingnya penghargaan ini dalam memajukan kerja sama kemanusiaan, memperkuat tradisi sastra, dan membangun nilai-nilai bersama di antara negara-negara BRICS.

Sastri Bakry menyatakan bahwa pengumuman daftar nominasi Penghargaan Sastra BRICS 2025 di Indonesia merupakan sebuah kehormatan. Ia menambahkan bahwa penghargaan ini tidak hanya mengapresiasi karya sastra yang luar biasa dari negara-negara BRICS, tetapi juga memfasilitasi pertukaran budaya dan kerja sama antarnegara. Baginya, ini adalah kesempatan untuk mendekatkan Indonesia dengan dunia dan memperkenalkan kekayaan warisan budaya Indonesia kepada audiens global.

Vadim Teryokhin menambahkan bahwa Penghargaan BRICS memberikan platform bagi penulis kontemporer dari berbagai negara untuk saling mengenal karya masing-masing, mengevaluasi posisi mereka dalam proses sastra global, dan mengadopsi praktik terbaik dari rekan-rekan mereka. Ia juga menekankan bahwa penghargaan ini memungkinkan pembaca dunia untuk mendapatkan wawasan unik tentang perkembangan dan karakter nasional dari berbagai bangsa, serta berkontribusi pada pengembangan kerja sama budaya, memperkaya khazanah sastra, memperkuat persaudaraan, saling pengertian, dan diplomasi antarbangsa.

Penghargaan Sastra BRICS, yang didirikan pada November 2024 saat Forum BRICS, merupakan penghargaan internasional yang bertujuan untuk mendukung penulis kontemporer yang karyanya mencerminkan nilai budaya dan spiritual negara-negara BRICS, serta mendorong pengembangan penerjemahan dan penerbitan buku-buku baru.

Komite penyelenggara telah membentuk dewan juri yang terdiri dari para ahli sastra dan ilmu pengetahuan dari masing-masing negara. Nominasi diajukan oleh anggota juri atau perwakilan yang mereka tunjuk, dan pemenang dipilih melalui tiga tahap. Daftar panjang nominasi telah diumumkan sebulan sebelumnya di Forum BRICS kedua di Brasilia. Pemenang Penghargaan Sastra BRICS akan diumumkan pada 27 November di Khabarovsk, Rusia.

Berikut adalah daftar penulis yang masuk dalam daftar pendek nominasi tahun 2025 : 

- Brasil: Ana Maria Gonçalves

- Rusia: Alexey Varlamov

- India: Sonu Saini

- Tiongkok: Ma Boyong

- Afrika Selatan: Nthabiseng JahRose Jafta

- Uni Emirat Arab: Reem Al Kamali

- Ethiopia: Abere Adamu

- Iran: Mansour Alimoradi

- Indonesia: Denny JA

- Mesir: Salwa Bakr

Penghargaan Sastra BRICS 2025 tidak hanya menjadi ajang apresiasi bagi para penulis dari negara-negara BRICS, tetapi juga menjadi simbol pentingnya kerja sama budaya dan kemanusiaan di tingkat global. Dengan mengedepankan nilai-nilai budaya dan spiritual, penghargaan ini diharapkan dapat terus mendorong pertukaran ide, memperkaya khazanah sastra dunia, serta mempererat hubungan antar bangsa melalui kekuatan kata-kata. Pengumuman pemenang pada bulan November mendatang di Khabarovsk, Rusia, akan menjadi puncak dari perayaan sastra yang inklusif dan inspiratif ini.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

19 Kontributor Pajak Terbesar 2025, Diberi Hadiah Bapenda Kabupaten Bandung
Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!
Pemkab Bandung Teken SEB Penyelenggaraan Informasi Geospasial, Perkuat Integrasi Data Pembangunan
Targetkan 40 Ribu Bidang, Kakan ATR/BPN Kabupaten Bandung Lantik dan Ambil Sumpah Panitia Ajudikasi dan Satgas
Breaking News! Ekspose APBDes 2026 Perdana Digelar di Kecamatan Ciparay
Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Museum Sastra Indonesia Resmi Beroperasi di Aia Angek Kegiatan Literasi Hadirkan Pelajar dan Sastrawan
Singapore Art Week 2026 Hadirkan Tokoh Internasional Program Seni Beragam
Kelme Asal Spanyol Jadi Mitra Apparel Timnas Indonesia dan Timnas Futsal
Australia Highlights New Colombo Plan on International Day of Education Focus on Asia Capability
Tanpa Ekspektasi Juara Alvin Nomleni dari NTT Sukses Bawa Pulang Medali Emas ASEAN Para Games
PAUD Sebagai Pondasi Pembentukan Karakter Anak Himpaudi Jakarta Pusat Gelar Rakerda Ke-II Tahun 2026
Kali Krukut Belum Diturap Tanggul Jebol Bikin Genangan
Banjir Kota Tangerang Gubernur Banten Pantau Lapangan Pemkot Siapkan Bantuan dan Posko Kesehatan
Penghargaan Sastra BRICS Pertama Anugerahkan Kepada Perwakilan Indonesia dan Mesir
ICONNET Berikan Diskon 75 Persen Untuk Pelanggan Terdampak Bencana Sumatera
Program ILLA 2026 Angkatan Pertama Promosi Bahasa dan Budaya Indonesia ke Australia
Emisi Gas Rumah Kaca Dampak pada Ekosistem Laut dan Lonjakan Kerugian Ekonomi Global
Kendaraan Listrik di Indonesia Tren Pertumbuhan dan Tantangan Pasca Insentif Tahun 2026
KUHAP Baru Berlaku 2026, Aparat Dilarang Ekspos Wajah Tersangka ke Publik