Pimpinan Partai Bintang Timur Desak Indonesia Hentikan Pendekatan Militer dan Politis di Papua

Rabu, 23 Jul 2025 09:06
    Bagikan  
Pimpinan Partai Bintang Timur Desak Indonesia Hentikan Pendekatan Militer dan Politis di Papua
Dok. Pimpinan Partai Bintang Timur

Pimpinan Partai Bintang Timur Desak Indonesia Hentikan Pendekatan Militer dan Politis di Papua

NARASINETWORK.COM -Pimpinan Partai Bintang Timur Papua, Yulvin Mote, secara tegas menyerukan kepada Pemerintah Indonesia untuk menghentikan pengiriman pasukan militer dan segala bentuk pendekatan Jakarta terhadap masyarakat Papua.

Dalam siaran pers resmi yang dirilis di Paniai, Yulvin menegaskan bahwa pendekatan militer dan kepentingan politik elite Jakarta di Papua bukanlah solusi, melainkan justru memperparah penderitaan masyarakat adat.

Sebagai aktivis kemanusiaan dan pengarah gerakan damai, Yulvin menyampaikan bahwa masyarakat Papua telah lama mengalami berbagai bentuk ketidakadilan dan kekerasan struktural.

Baca juga: Potret DPR RI dan BGN Gelar Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Karangklesem Banyumas

Setiap kali masyarakat meminta negara hadir untuk menangani konflik, permintaan itu sering diabaikan, karena ada kepentingan tersembunyi dari para elite yang menempatkan kepemilikan saham dan ekonomi di atas keselamatan rakyat.

Berkali-kali, pelapor khusus PBB menyampaikan surat dan permohonan untuk mengunjungi Papua, namun tidak ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia. Hal ini menunjukkan ketidaksiapan negara membuka ruang dialog yang layak untuk mencari solusi damai.

Menurut Partai Bintang Timur, keberadaan militer dan kepentingan investasi di Papua telah menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM, dan trauma sosial yang mendalam. Oleh karena itu, mereka mendesak agar semua bentuk keterlibatan militer dan investasi elite Jakarta segera dihentikan.

Baca juga: PERLUAS Program Makan Bergizi, Sosialisasi MBG Hadir di Desa Somagede Banyumas

Yulvin juga menyoroti peristiwa berdarah yang belum pernah ditangani secara adil dan transparan oleh negara, seperti tragedi Paniai Berdarah, Biak Berdarah, Abepura Berdarah, dan Wamena Berdarah. Ia menegaskan bahwa hingga kini tidak ada satu pun penyelesaian yang mengikuti standar HAM internasional.

Tolak Pendropan Militer dan Eksploitasi Ekonomi

Pengiriman pasukan organik dan non-organik dari Jakarta dianggap sebagai tindakan sepihak yang mengorbankan rakyat sipil. Banyak warga yang kini hidup dalam ketakutan dan memilih mengungsi ke hutan demi keselamatan.

Partai Bintang Timur meminta pemerintah membuka ruang bagi masyarakat Papua untuk menyuarakan status politiknya secara bermartabat, berdasarkan prinsip dan standar internasional. Mereka menyatakan tidak memusuhi rakyat Indonesia, melainkan menentang sistem ketidakadilan dan penjajahan yang dialami orang Papua hingga saat ini.

Yulvin Mote, yang merupakan Ketua Umum Partai Bintang Timur dan alumni sekolah penerbangan di Amerika Serikat, menyampaikan bahwa dirinya sempat dicekal oleh pemerintah karena alasan politis. Ia menyerukan agar negara tidak mengabaikan perjuangan rakyat Papua yang bertujuan menciptakan kemanusiaan dan keadilan.

Baca juga: Perluas Implementasi MBG, Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Harapan bagi Anak-anak Indonesia

Gagas Ideologi “Negara Bersambung”

Partai Bintang Timur memperkenalkan konsep "Ideologi Negara Bersambung", yaitu pendekatan perjuangan damai yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, budaya, dan keadilan sosial.

Mereka menolak segala bentuk kekerasan dan penindasan, serta memperjuangkan hak bangsa Papua untuk menentukan nasib sendiri secara bermartabat.

Baca juga: Anggota DPR RI Teti Rohatiningsih Ingatkan Waspada Penipuan dalam Program Makan Bergizi Gratis

Tuntutan Partai Bintang Timur:

  1. Hentikan pendropan militer di seluruh wilayah Papua, dan tarik mundur pasukan yang telah ditempatkan.

  2. Hentikan ekspansi ekonomi dan investasi milik elite politik, khususnya yang merugikan masyarakat adat.

  3. Tolak kehadiran PT Hantam di Intan Jaya. Gubernur Papua Tengah, Mecky Fritz Nawipa, diminta segera membentuk Pansus dan mencabut izin operasional Blok B Wabu.

  4. Batalkan pemekaran DOB (Daerah Otonomi Baru) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota karena dianggap memperparah konflik.

  5. Komnas HAM diminta membentuk tim investigasi khusus untuk menelusuri korban dan pengungsi di wilayah konflik.

  6. Ajak dialog internasional, berdasarkan standar HAM dan hukum internasional, terkait status politik Papua.

  7. Akui dan hormati martabat, budaya, dan hak hidup orang asli Papua, yang telah lama terpinggirkan oleh sistem pemerintahan dan pembangunan nasional.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis: Cita-Cita Presiden Prabowo Subianto Wujudkan Generasi Unggul

Yulvin Mote menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan untuk menghancurkan Indonesia, melainkan untuk membebaskan dan menghormati jatidiri serta hak asasi rakyat Papua. Ia mengajak semua pihak untuk menghargai perjuangan ini sebagai bagian dari aspirasi bangsa yang menginginkan masa depan yang adil dan bermartabat.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Manggala Agni Siapkan Langkah Dini Antisipasi Karhutla Jelang Musim Kemarau El Nino
“Di Depan Kantor Pemda Saja Semrawut”: Kabel Menjuntai di Kabupaten Bandung Dinilai Membahayakan Warga
PKL Pasar Banjaran Bersiap Ditertibkan, Satpol PP Jadwalkan Operasi Setelah Lebaran
Anggota DPR RI Nurhadi Sebut Pemeratan Program MBG di Sekolah Berjalan Baik di Kediri
Pusaka Super Apps Siap Bantu Pemudik Cari Masjid Terdekat Selama Perjalanan
Ekspedisi Masjid Indonesia Berangkat 'Masjid Jadi Tempat Singgah Pemudik Lebaran 1447 H'
Indonesia Hadirkan Produk Kerajinan Unggulan di Pameran Home InStyle 2026 Hongkong
Wartawan Dilarang Liput Acara Buka Bersama Bank BJB Soreang dan OPD Pemkab Bandung
Dishub Kabupaten Bandung Siagakan 259 Personel di 12 Pos Pengamanan Mudik Lebaran 2026
Hari Kopi Nasional "Peran Kopi dalam Budaya dan Perekonomian Indonesia"
Pemulihan Pendidikan Pascabencana Mendikdasmen Buka RKD di SMK Negeri 1 Peusangan
Presiden Prabowo Soroti Korupsi Sebagai Ancaman Bagi Negara dalam Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H
Teori Ibnu Khaldun: Mengapa Peradaban Besar Selalu Mengalami Siklus Kejayaan dan Keruntuhan
Kue Lebaran dari Dapur Sendiri Kendali Bahan, Hemat Biaya, dan Sarana Ekspresi Kreatif
Dari Nastar hingga Kue Kacang Kue Kering Klasik yang Jadi Sajian Utama Ramadan
Konflik di Timur Tengah 32 WNI dari Iran Dievakuasi Sebagian Sudah Tiba di Indonesia
Ekraf dan Mahir Digital Hadirkan KURMA 2.0 Ajang Belajar Digital Marketing dan Kewirausahaan
Kerja Sama Ekraf dan Kebudayaan MoU Ditandai untuk Pelindungan dan Pemanfaatan Kebudayaan Secara Optimal
Indonesia Siap Hadapi Revalidasi UGGp Kemenpar Tekankan Pentingnya Sinergi
Tragedi Longsor Sampah di Bantargebang, WALHI: Alarm Keras Kegagalan Sistem Pengelolaan Sampah