Suara Anak untuk Bumi Pertunjukan Imersif Ajak Masyarakat Peduli Krisis Iklim

Senin, 24 Nov 2025 16:58
    Bagikan  
Suara Anak untuk Bumi Pertunjukan Imersif Ajak Masyarakat Peduli Krisis Iklim
Istimewa

Kemen PPPA dan Save the Children Indonesia menyelenggarakan pertunjukan Aku, Kamu, Kita adalah Bumi untuk mendorong partisipasi anak dalam aksi iklim.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menegaskan bahwa partisipasi anak dalam aksi iklim harus menjadi prioritas nasional karena krisis iklim semakin mengancam pemenuhan hak dan masa depan mereka pada minggu kemarin (23/11/2025).

Pertunjukan imersif “Aku, Kamu, Kita adalah Bumi” yang diselenggarakan Save the Children Indonesia menjadi wadah bagi anak untuk menyampaikan pengalaman dan gagasan mereka terkait dampak krisis iklim, sekaligus menegaskan pentingnya suara anak dalam penyusunan kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik anak.

Krisis iklim merupakan ancaman terbesar bagi pemenuhan hak anak. Riset Global Save the Children 2025 Born Into the Climate Crisis 2 menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir pada dekade ini berpotensi mengalami bencana iklim dalam intensitas yang belum pernah terjadi, mulai dari gelombang panas, banjir, kebakaran hutan, kekeringan, hingga kegagalan panen.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ketahanan iklim yang berpihak pada anak. “Anak-anak adalah bagian dari solusi, bukan sekadar penerima dampak. Inisiatif Aksi Generasi Iklim menunjukkan bahwa partisipasi anak harus menjadi prinsip dalam kebijakan perubahan iklim. Kepada anak-anak hebat di seluruh Indonesia, selamat Hari Anak Sedunia,” ujar Menko PMK.

Menko PMK menambahkan, “Bumi sedang sakit, dan pahlawan supernya adalah kalian. Mulailah dari hal kecil: buang sampah pada tempatnya, kurangi plastik, hemat air, cintai tanaman, dan habiskan makanan. Setiap aksi kecil kalian menyelamatkan bumi.”

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa merawat bumi adalah perintah spiritual. “Manusia dan alam tidak terpisah, merusak alam berarti merusak diri sendiri. Kementerian Agama mendorong ekoteologi di rumah ibadah. Menanam pohon, menghemat air, dan mengurangi sampah bukan hanya aksi lingkungan, tetapi ibadah. Rumah ibadah harus menjadi pusat edukasi dan aksi nyata merawat bumi,” ungkap Menteri Agama.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi menekankan bahwa Hari Anak Sedunia mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak.

“Anak-anak adalah pewaris bumi dan mengisi sepertiga penduduk Indonesia. Jika seluruh anak memiliki literasi lingkungan dan kemampuan aksi nyata seperti para Child Campaigner Aksi Generasi Iklim, masa depan bangsa akan lebih kuat.

Tugas kita bersama adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang melindungi, memberdayakan, dan membuka jalan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Menteri PPPA.

Menteri PPPA menambahkan, “Tiga hari Peringatan Hari Anak Sedunia menegaskan bahwa anak berhak didengar, berekspresi, bermain, belajar, dan terlindungi. Rangkaian kegiatan dimulai 20 November dengan dialog anak tentang keamanan digital, dilanjutkan 21 November dengan pentas kreativitas anak, dan ditutup hari ini dengan ajakan bersama untuk menjaga bumi melalui aksi iklim yang dimulai dari diri sendiri dan menginspirasi teman lainnya.”

CEO Save the Children Indonesia, Dessy Kurwiany Ukar, menegaskan bahwa anak merasakan langsung dampak krisis iklim. “Krisis iklim bukan isu masa depan—ini terjadi hari ini. Anak-anak siap memimpin aksi iklim dan suara mereka harus diterjemahkan menjadi kebijakan nyata,” ujarnya.

Riset Save the Children Indonesia 2025 juga mencatat bahwa anak perempuan menghadapi beban ganda mulai dari meningkatnya beban domestik pascabencana hingga keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Meski demikian, anak perempuan menunjukkan kapasitas adaptasi yang kuat dan menjadi agen penting dalam ketahanan iklim.

Pertunjukan “Aku, Kamu, Kita adalah Bumi” menjadi sarana bagi anak-anak untuk menyampaikan perspektif mereka mengenai krisis iklim sekaligus memperkuat ruang partisipasi anak. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kampanye Nasional Aksi Generasi Iklim yang sejak 2022 dipimpin oleh anak dan orang muda untuk memastikan komunitas paling terdampak dapat beradaptasi, serta mendorong kebijakan iklim yang berpusat pada anak.

Acara yang digelar bersama Purwacaraka Music Studio dan Saung Angklung Udjo ini menghadirkan lebih dari 1.000 peserta, termasuk anak-anak, lebih dari 15 stan bazar eco-friendly, dan tiga sesi pertunjukan imersif mengenai Bumi dan suara anak. Kegiatan ini didukung oleh Lego Foundation, BSI Maslahat, Grab Indonesia, dan Gramedia.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Masa Kejayaan dan Penurunan Popularitas Telenovela di Televisi Nasional
Indonesia Emas 2045 Kesehatan Jadi Modal Utama Generasi Muda
Narasinetwork.com Dukung Penyebaran Informasi IMLF 2026 dan Peringatan 100 Tahun Jam Gadang
IMLF 2026 Menghubungkan Bangsa Lewat Literasi di Tengah Peringatan Satu Abad Jam Gadang
IMLF 2026 KAI Perkuat Citra Sumbar sebagai Destinasi Budaya dan Pariwisata Dunia
BAPENDA BEDAS RUN 5K 2026 Siap Digelar, Lunas Pajaknya, Happy Larinya!
Pancasila Pemersatu Bangsa, PLN Icon Plus Teguhkan Semangat Melayani hingga Timur Indonesia 
IMLF-4 Umumkan Tiga Calon Terbaik Lomba Ungkapan Kata Klasik Minangkabau
Premier League Rilis Lini Masa Musim Baru Pascapiala Dunia 2026
Komunitas Salihara Gelar Pameran ke-18 Goenawan Mohamad Teks, Gambar, Kitab
Sederet Teror Pocong yang Bikin Heboh Warga Masyarakat Indonesia, Apa Maksudnya?
Cetak Rekor Tiga Kali Beruntun Persib Bandung Raih Gelar Juara Hattrick Liga Nasional
Persib Juara Liga Ribuan Pendukung Padati Kawasan Tugu Kujang Bogor Hingga Jalur Penghubung
Mengatur Posisi dan Jenis Bantal Mencegah Cedera Tulang Belakang Saat Tidur
Pengalaman Magang Human Resources Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya di Perusahaan Nasional
Pemerintah Siapkan Stimulus Fiskal dan Pajak Impor Guna Redam Pelemahan Kurs Rupiah
Satupena dan Polda Sumbar Bersama Jaga Alam Lewat Penanaman Pohon IMLF-4
Hutan Tarik dan Kepemimpinan Adipati Pertama Tuban "Ronggolawe"
Pelayanan RSUD Majalaya Tuai Apresiasi dari Keluarga hingga Pasien, Begini Katanya
Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia