NARASINETWORK.COM - KAB.BANDUNG
-Dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia ke-118 Tahun 2026, RSUD Majalaya bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Bandung menggelar aksi nyata yang sangat menyentuh dan krusial bagi masa depan kesehatan masyarakat
Kegiatan Skrining Ring 1 Keluarga Penyandang Thalassemia.
Mengusung tema besar "Hidden No More: Finding the Undiagnosed, Supporting the Unseen", kegiatan ini hadir sebagai ikhtiar untuk mendeteksi lebih awal anggota keluarga (kontak erat/ring 1) dari penyandang Thalassemia yang berisiko atau belum terdiagnosis.
Bukti Nyata Komitmen RSUD Majalaya Mendukung IDI
Demi kesehatan masyarakatnkegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen dan peran aktif RSUD Majalaya dalam mendukung penuh jajaran IDI Cabang Kabupaten Bandung.
Melalui kolaborasi strategis ini, kedua lembaga bergandengan tangan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dan memastikan pelayanan kesehatan preventif (pencegahan) dapat dirasakan secara langsung oleh mereka yang membutuhkan.
Direktur RSUD Majalaya, drg. H. Anang Prasetiyono, Sp.BM(K), hadir langsung memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan kegiatan ini. Kehadiran beliau menegaskan sinergi yang kuat antara pihak rumah sakit dan organisasi profesi dokter dalam mengawal kualitas hidup masyarakat Kabupaten Bandung.
"Skrining bukan sekadar pemeriksaan darah rutin. Ini adalah langkah nyata untuk menemukan lebih awal, memberikan edukasi yang tepat, menghubungkan keluarga dengan layanan kesehatan yang memadai, serta memastikan tidak ada satu pun anggota masyarakat yang terabaikan," tegasnya.
Mengapa Skrining Ring 1 Sangat Penting?
Thalassemia merupakan kelainan darah bersifat genetik (diturunkan dari orang tua). Sering kali, seseorang bisa membawa sifat Thalassemia (carrier) tanpa merasakan gejala apa pun atau sekadar merasa mudah lelah layaknya anemia biasa.
Tanpa deteksi dini, risiko penurunan sifat genetik ini kepada generasi berikutnya menjadi jauh lebih tinggi.
Melalui skrining pada keluarga inti (Ring 1) penyandang Thalassemia, potensi risiko dapat dipetakan dan diantisipasi sejak awal.
"Hidden No More" menjadi pengingat bagi kita semua bahwa banyak penyandang atau pembawa sifat Thalassemia yang selama ini "tak terlihat" (unseen) atau belum terdiagnosis (undiagnosed).
Melalui kolaborasi erat antara RSUD Majalaya dan IDI Cabang Kabupaten Bandung ini, para tenaga medis bertekad untuk:
Menemukan mereka yang belum terdiagnosis agar mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.
Mendukung dan merangkul para penyandang Thalassemia beserta keluarganya agar tidak merasa berjuang sendirian.
Memberikan edukasi dan pendampingan secara berkelanjutan bagi masyarakat.Sinergi antara RSUD Majalaya dan IDI Cabang Kabupaten Bandung ini membuktikan bahwa dengan berkolaborasi, penanganan masalah kesehatan mendasar dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyasar langsung ke akar rumput.
Apresiasi setinggi-tingginya ditujukan kepada seluruh tenaga medis dan pihak yang terus hadir, mendengarkan, serta merangkul masyarakat. Sebab, setiap orang yang tersembunyi berhak untuk ditemukan dan mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.
**
