Pemerintah Bentuk Task Force Debottlenecking untuk Percepat Perbaikan Iklim Investasi Indonesia

Selasa, 2 Dec 2025 04:50
    Bagikan  
Pemerintah Bentuk Task Force Debottlenecking untuk Percepat Perbaikan Iklim Investasi Indonesia
Istimewa

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada pembenahan iklim investasi secara menyeluruh.

NARASINETWORK.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh iklim investasi nasional untuk mencapai akselerasi pertumbuhan ekonomi. Ia menyoroti daya saing Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Keputusan Nvidia memilih Johor sebagai lokasi investasi menjadi salah satu contohnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah membentuk Task Force Debottlenecking sebagai wadah bagi pelaku usaha menyampaikan kendala investasi. Kelompok kerja ini akan menindaklanjuti masalah tersebut melalui sidang debottlenecking secara berkala.

"Para pelaku bisnis dapat melaporkan hambatan yang dihadapi, dan kami akan membahasnya. Saya akan mengalokasikan waktu khusus untuk memimpin sidang ini," ujar Menkeu saat Pembukaan Rapimnas Kadin 2025 di Jakarta, Senin kemarin (1/12/2025).

Menkeu meyakini pendekatan berbasis lapangan akan mempercepat perbaikan ekosistem investasi. Pengalaman penyelesaian 193 kasus debottlenecking senilai Rp894 triliun pada 2016–2019 menjadi dasar keyakinannya. Pemerintah menekankan bahwa reformasi regulasi akan disusun berdasarkan realitas lapangan.

"Ke depan, perbaikan iklim bisnis akan dilakukan bertahap, dimulai dari identifikasi masalah di lapangan, kemudian perbaikan peraturan," jelas Menkeu.

Selain pembenahan birokrasi, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga pasar domestik dari produk ilegal impor. Pengetatan pengawasan terhadap barang bekas ilegal bertujuan memberikan ruang bagi industri lokal untuk berkembang.

Kombinasi penguatan permintaan domestik, kolaborasi fiskal-moneter, dan perbaikan iklim investasi menjadi prasyarat untuk mencapai pertumbuhan 6% mulai tahun depan, dan menuju target 8% dalam 4–5 tahun mendatang.

"Pertumbuhan 8% memang sulit, tetapi bukan tidak mungkin jika dilakukan bertahap. Perbaikan fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi adalah kunci," pungkas Menkeu.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Bea Cukai Tegaskan Penumpukan Kontainer Wuling Bukan Masalah Kepabeanan
Pengelolaan Sampah Jadi Prioritas KLH/BPLH pada 2027
Yenny Wahid Apresiasi Dukungan Presiden terhadap Pelatnas Jangka Panjang
Mandiri Jogja Marathon 2026 Catat Rekor 10.200 Peserta dari 17 Negara
Pemandian Air Panas Cibolang Akan Bersolek, Begini Penjelasan Pengelola
Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial