Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pemerintah Pusat Daerah dalam Gerakan "Indonesia Asri"

Selasa, 3 Feb 2026 20:02
    Bagikan  
Presiden Prabowo Dorong Sinergi Pemerintah Pusat Daerah dalam Gerakan "Indonesia Asri"
Istimewa

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Gerakan Indonesia Asri pada Rakornas 2026 di Bogor, memerintahkan seluruh pimpinan negara dan daerah untuk mengatasi permasalahan sampah secara masif.

NARASINETWORK.COM - Presiden Prabowo Subianto mengenalkan Gerakan "Indonesia Asri" dan memerintahkan seluruh pimpinan lembaga negara serta kepala daerah untuk mengatasi permasalahan sampah. Amanat ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026).

Rakornas diikuti oleh 4.011 elemen pimpinan kementerian, lembaga negara, serta kepala daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo H.R. Muhammad Syafi'i dan jajaran Pejabat Eselon I Kementerian Agama turut hadir untuk menyelaraskan langkah dengan visi pemerintah pusat.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti ancaman kerusakan lingkungan akibat sampah. Ia menyatakan bahwa sampah menjadi masalah yang merusak pemandangan dan kesehatan bangsa. Presiden kemudian memerintahkan seluruh pimpinan instansi untuk menggerakkan anggota organisasinya agar menjaga kebersihan lingkungan kerja.

"Saya perintahkan para pimpinan kementerian dan lembaga untuk bersih-bersih. Kalau bisa setiap hari 30 menit sebelum masuk kantor, kita pastikan lingkungan kerja bersih dan asri," tegas Presiden Prabowo.

Instruksi Presiden ini sesuai dengan konsep yang dijunjung tinggi oleh Kementerian Agama. Gerakan "Indonesia Asri" sejalan dengan gagasan Ekoteologi yang dianut oleh lembaga tersebut. Bagi Kementerian Agama, menjaga lingkungan merupakan bentuk wujud dari nilai-nilai spiritual yang diajarkan oleh agama. Ajaran tersebut menekankan hubungan manusia dengan alam semesta, selain hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

Langkah untuk mewujudkan visi tersebut telah dilakukan oleh Kementerian Agama sebelum adanya instruksi dari Presiden. Kementerian telah mengambil kebijakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai secara bertahap, khususnya di lingkungan pegawai dari pusat hingga daerah. Kebijakan ini menjadi bukti bahwa Kementerian Agama memberikan perhatian pada kelestarian bumi melalui tindakan yang dapat memberikan pengaruh.

Penerapan prinsip Ekoteologi juga menjadi tanggapan dari Kementerian Agama terhadap tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Dengan struktur organisasi yang menjangkau seluruh wilayah melalui Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, hingga perguruan tinggi keagamaan, Kementerian Agama memiliki kekuatan untuk menyebarkan pesan "Indonesia Asri". Pendidikan mengenai pentingnya menjaga lingkungan akan terus disampaikan melalui setiap kesempatan dalam kegiatan agama dan kurikulum pendidikan.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali
Krisis Pangan Dunia Meningkat Indonesia Dorong Swasembada Lewat Deregulasi dan Modernisasi
Kebuntuan Negosiasi Gaji dan Kontrak Lebih dari 1.000 Staf ABC Lakukan Mogok Kerja 24 Jam
Celah Tenang di Sudut Barat Nusa Ceningan
Shelter Pererenan Paduan Arsitektur Tropis dan Hidangan Mediterania
Menikmati Senja dan Kolam Infinity di Timbis Beach Club
Nahas! Wisatawan Asal Baleendah, Terseret Ombak Pantai Cilame Garut
Antara Target dan Realita: Ketua Komisi D Cecep Suhendar Beberkan Masalah Ketenagakerjaan
Aplikasi Be My Eyes Fasilitasi Bantuan Visual Bagi Penyandang Gangguan Penglihatan Lewat Jaringan Relawan
Tak Mengindahkan Informasi Publik, UPT PJU Kabupaten Bandung Malah Bungkam dan Tutup Mata
Dongeng Anak Narasinetwork "Matahari dari Eragama"
SD Negeri Wobarek Distrik Kurulu Bukti Nyata Semangat Belajar di Papua Pegunungan
The Orient Jakarta Hadirkan Nuansa Tradisional di Jantung Bisnis Sudirman
Ekspansi Alaya Hotels dan Resorts Melalui Unit Hunian Eksklusif di Ubud
Tarya Witarsa: Sampah Tak Pernah Selesai, Antara Teknologi, Kebiasaan, dan Kesadaran
Pariwisata Jadi Harapan PAD, Komisi B Perkuat Fungsi Pengawasan
Green School Bali Terapkan Sistem Energi Terbarukan dan Kurikulum Ekologi Mandiri
Rahasia Masak Ketupat Empuk dan Tidak Cepat Basi
Kepemimpinan Gus Haris dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Probolinggo