Ethno Music Festival 2025 Hadirkan Kolaborasi Lintas Negara

Selasa, 4 Nov 2025 19:10
    Bagikan  
Ethno Music Festival 2025 Hadirkan Kolaborasi Lintas Negara
Istimewa

Ethno Music Festival 2025: Perayaan musik etnik internasional di Jakarta, menampilkan kolaborasi musisi dari berbagai negara. Mengusung tema Konvergensi, festival ini menjanjikan pengalaman musikal yang unik dan mendalam.

NARASINETWORK.COM - Musik, sebagai bahasa universal yang melampaui batas geografis, mencerminkan identitas unik setiap peradaban. Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dengan mempersembahkan Ethno Music Festival 2025, sebuah perayaan yang mengusung tema "Konvergensi: Tradisi dan Inovasi dalam Harmoni," sebagai upaya mempererat diplomasi budaya dan merayakan keberagaman.

Festival ini dirancang sebagai wadah pertemuan bagi musisi, akademisi, dan pencinta musik dari berbagai negara, termasuk Singapura, Ukraina, Austria, dan Indonesia. Tujuannya adalah menggali dan mempromosikan kekayaan musik etnik sebagai sarana edukasi lintas generasi, serta menjembatani kesenjangan antara tradisi dan inovasi dalam dunia musik kontemporer.

Rangkaian acara festival meliputi Diskusi & Tradisi serta Konser Etnomusikologi yang akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 9 November 2025, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Dimulai pukul 15.00 hingga selesai, acara ini akan menampilkan diskusi mendalam tentang musik etnik dengan menghadirkan para ahli dan musisi terkemuka dari Indonesia dan mancanegara.

Selain itu, akan ada konser yang menampilkan kolaborasi unik antara musisi dari berbagai latar belakang budaya. Selanjutnya, Konser Etnomusikologi oleh Mahagenta Orchestra akan menjadi saksi penampilan memukau pada hari Sabtu, 15 November 2025, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Konser ini, yang dimulai pukul 19.00, menjanjikan pengalaman musikal yang mendalam dan menggugah, menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan aransemen modern yang inovatif.

Ethno Music Festival 2025 bukan hanya sekadar perayaan musik, tetapi juga platform untuk dialog budaya, pendidikan, dan inspirasi. Melalui festival ini, DKJ berharap dapat memperkuat apresiasi terhadap musik etnik di kalangan generasi muda, serta mendorong terciptanya karya-karya musik baru yang menggabungkan kekayaan tradisi dengan sentuhan inovasi.

Acara ini terbuka untuk umum dan mengundang semua pencinta musik, akademisi, serta siapa saja yang tertarik untuk menjelajahi keindahan dan keragaman musik dunia. Bergabunglah dalam perayaan harmoni dan konvergensi di Ethno Music Festival 2025!

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Antara Target dan Realita: Ketua Komisi D Cecep Suhendar Beberkan Masalah Ketenagakerjaan
Aplikasi Be My Eyes Fasilitasi Bantuan Visual Bagi Penyandang Gangguan Penglihatan Lewat Jaringan Relawan
Tak Mengindahkan Informasi Publik, UPT PJU Kabupaten Bandung Malah Bungkam dan Tutup Mata
Dongeng Anak Narasinetwork "Matahari dari Eragama"
SD Negeri Wobarek Distrik Kurulu Bukti Nyata Semangat Belajar di Papua Pegunungan
The Orient Jakarta Hadirkan Nuansa Tradisional di Jantung Bisnis Sudirman
Ekspansi Alaya Hotels dan Resorts Melalui Unit Hunian Eksklusif di Ubud
Tarya Witarsa: Sampah Tak Pernah Selesai, Antara Teknologi, Kebiasaan, dan Kesadaran
Pariwisata Jadi Harapan PAD, Komisi B Perkuat Fungsi Pengawasan
Green School Bali Terapkan Sistem Energi Terbarukan dan Kurikulum Ekologi Mandiri
Rahasia Masak Ketupat Empuk dan Tidak Cepat Basi
Kepemimpinan Gus Haris dan Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Probolinggo
Jurnalis Diduga Jadi Korban Kekerasan Oknum Aparat saat Razia Miras di Cangkring
Dunia Usaha Indonesia Berduka Atas Kepergian Michael Bambang Hartono Pendiri Imperium Djarum
Merayakan Hari Dongeng Sedunia Melalui Tradisi Tutur Lisan
Komaneka Resorts Kedepankan Fasilitas Seni dan Budaya Bagi Wisatawan
Nihi Sumba Sebagai Pilihan Destinasi Liburan di Sumba Barat
Pemerintah Tetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 H pada 21 Maret 2026
Dongeng Anak Narasinetwork "Petualangan Wai Menuju Bumi Larwul Ngabal"
“Gawat! TTD Sekda Bisa Dipakai Sembarangan, Ada Apa di Internal Pemkab?”