Polri Berbenah Panduan Etik "Do and Don't" Jadi Senjata Lawan Arogansi dan Hedonisme

Rabu, 19 Nov 2025 19:24
    Bagikan  
Polri Berbenah Panduan Etik "Do and Don't" Jadi Senjata Lawan Arogansi dan Hedonisme
Istimewa

Polri mempercepat reformasi internal dengan menerbitkan buku panduan etik Do and Dont untuk mencegah gaya hidup hedon dan tindakan arogan anggota.

NARASINETWORK.COM - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus berupaya mempercepat reformasi internal melalui delapan program quick win yang dirancang berdasarkan riset mendalam dan aspirasi publik. Fokus utama dari program ini adalah pembenahan budaya organisasi serta pencegahan perilaku hedonis dan arogan di kalangan anggota kepolisian.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan hal ini dalam rapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (18/11/2025). Ia menjelaskan bahwa program quick win ini merupakan capaian cepat dari hasil riset yang telah dilakukan, yang bertujuan untuk memenuhi harapan masyarakat agar Polri tidak bersikap hedonis dan suka pamer.

"Dari pembenahan kultural dan inovasi unggulan ini quick win dari akselerasi transformasi ada delapan bidang. Quick win ini capaian cepat dari hasil riset-riset yang sudah kami lakukan, ini yang dikehendaki masyarakat. Polri jangan berlaku hedon, flexing," ujar Dedi.

Dedi menekankan pentingnya perubahan sikap aparat agar lebih responsif terhadap situasi yang dihadapi masyarakat. "Polri betul-betul harus melihat bagaimana kondisi masyarakat secara objektif," imbuhnya.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyusunan buku pedoman etik berjudul "Do and Don't". Buku ini berisi panduan perilaku yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anggota Polri, sebagai upaya mencegah tindakan arogan.

"Polri jangan melakukan tindakan arogan, kita sudah membuat buku do and don’t yang menjadi pedoman bagi anggota Polri," tegas Dedi.

Selain itu, Dedi juga menyoroti pentingnya pengawasan internal yang kuat. Menurutnya, lemahnya pengawasan internal menjadi salah satu penyebab masih munculnya perilaku menyimpang dan penyalahgunaan wewenang di lapangan.

"Ini yang dikeluhkan masyarakat. Kenapa terjadi arogansi? Kenapa terjadi perilaku-perilaku menyimpang, abuse of power? Pengawasan kita kurang kuat," ungkapnya.

Oleh karena itu, penguatan fungsi pengawasan internal menjadi bagian penting dari reformasi Polri. Pengembangan sistem pelaporan, termasuk whistleblowing system, menjadi salah satu langkah percepatan yang akan dilakukan.

"Penguatan pengawasan bagian daripada quick win yang harus kami lakukan. Whistleblowing system ini juga merupakan quick win yang harus kami lakukan," jelas Dedi.

Dengan berbagai upaya ini, Polri berkomitmen untuk terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga citra positif institusi kepolisian.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Esensi Ramadan Dari Balik Dapur Sederhana
Anti Ribet dan Stylish Memilih Overall Denim Jeans untuk Anak Aktif
Standar Hidup di Media Sosial Antara Impian dan Tekanan Nyata
Algoritma Baru Media Sosial Fokus pada Kualitas dan Dampak Bukan Hanya Viralitas
Strategi Media Sosial 2026 Fokus pada Video, Otomatisasi, dan Pengalaman Pelanggan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Mejayan Madiun Sebut Sebagai Investasi SDM Masa Depan
Sosialisasi Program MBG di Madiun, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Ajak Masyarakat Berpartisipasi
Imlek Festival 2026 Semarak Perayaan Imlek dengan Sentuhan Akulturasi Nusantara
Daihatsu National Skill Contest 2026 Wujud Komitmen Daihatsu dalam Pelayanan Terbaik
GAIKINDO Rilis Jadwal Pameran Otomotif 2026 Dari Kendaraan Komersial hingga Gaya Hidup
BBWI Travel Fair 2026 Momentum Kebangkitan Pariwisata Domestik dan Dukungan Produk Lokal
Ekspor Furnitur Indonesia Capai USD1,67 Miliar Pemerintah Diversifikasi Pasar Ekspor
Kemenkes Gandeng Teknologi Genomik untuk Efisiensi Anggaran Kesehatan
Status JKN Nonaktif Sementara Tak Jadi Alasan Penolakan Kemenkes Lindungi Hak Pasien
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pemerintah Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan Tinggi di UI
Indonesia and Australia Collaborate on Climate-Resilient Transport Solutions
Ramadan 1447 H Momentum Refleksi dan Aksi Sosial untuk Kebangsaan
Pemerintah Umumkan 1 Ramadan 1447 H Dimulai pada 19 Februari 2026 Berdasarkan Sidang Isbat
Sosialisasi Program MBG di Desa Karangrejo, Anggota DPR RI Tekankan Pemerataan Gizi untuk Masa Depan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Prambon, Tekankan Atasi Stunting dan Edukasi Pola Makan Sehat