Melindungi Bumi di Tengah Konflik Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang

Kamis, 6 Nov 2025 21:57
    Bagikan  
Melindungi Bumi di Tengah Konflik Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang
Istimewa

Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata, yang diperingati setiap 6 November, menyoroti dampak destruktif perang terhadap lingkungan.

NARASINETWORK.COM - Setiap tanggal 6 November, dunia memperingati Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata, sebuah momentum yang ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi A/RES/56/4 pada 5 November 2001.

Peringatan ini menjadi pengingat akan dampak destruktif perang dan konflik bersenjata terhadap lingkungan hidup, yang seringkali terabaikan dalam perhitungan kerugian perang. Selain jatuhnya korban jiwa di kalangan tentara dan warga sipil, lingkungan juga menderita kerusakan parah akibat praktik eksploitasi yang tidak bertanggung jawab selama masa konflik.

Dalam peperangan, berbagai tindakan merusak lingkungan sering terjadi, seperti pencemaran sumur dan sumber air sebagai strategi militer, pembakaran tanaman untuk menghancurkan sumber daya musuh, penebangan hutan ilegal untuk kepentingan militer, peracunan tanah dengan bahan kimia berbahaya yang merusak kesuburan, dan pembunuhan hewan secara brutal untuk keuntungan ekonomi atau taktik perang.

Tindakan-tindakan ini tidak hanya menghancurkan ekosistem yang rapuh, tetapi juga mengancam keberlanjutan sumber daya alam yang esensial bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) telah mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan bahwa selama 60 tahun terakhir, setidaknya 40 persen dari seluruh konflik internal di dunia memiliki keterkaitan erat dengan eksploitasi sumber daya alam.

Sumber daya alam yang bernilai tinggi seperti kayu, berlian, emas, dan minyak seringkali menjadi pemicu konflik yang memicu kekerasan dan ketidakstabilan, sementara sumber daya langka seperti tanah subur dan air bersih juga menjadi rebutan yang memicu ketegangan dan permusuhan antar kelompok.

Ironisnya, konflik yang melibatkan sumber daya alam bahkan ditemukan dua kali lebih rentan untuk berulang, menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dalam upaya mencegah konflik dan membangun perdamaian yang langgeng.

Menyadari peran vital lingkungan dalam menciptakan perdamaian yang langgeng, PBB mengambil langkah strategis dengan memasukkan isu lingkungan sebagai bagian integral dari strategi pencegahan konflik, pemeliharaan perdamaian, dan pembangunan perdamaian.

PBB mengakui bahwa perdamaian yang langgeng tidak akan mungkin tercapai jika sumber daya alam yang menopang mata pencaharian masyarakat dan ekosistem dihancurkan oleh perang dan konflik bersenjata. Oleh karena itu, perlindungan lingkungan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap upaya untuk membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari penetapan Hari Internasional untuk Mencegah Eksploitasi Lingkungan dalam Perang dan Konflik Bersenjata, pada 27 Mei 2016, Majelis Lingkungan Hidup PBB mengadopsi resolusi UNEP/EA.2/Res.15.

Resolusi ini mengakui peran penting ekosistem yang sehat dan sumber daya yang dikelola secara berkelanjutan dalam mengurangi risiko konflik bersenjata. Selain itu, resolusi ini menegaskan kembali komitmen kuat terhadap implementasi penuh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yang tercantum dalam resolusi Majelis Umum 70/1, berjudul "Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development".

SDGs mencakup berbagai tujuan yang saling terkait, termasuk perlindungan lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, dan promosi perdamaian dan keadilan.

Melalui peringatan Hari Internasional ini, diharapkan kesadaran global akan pentingnya menjaga lingkungan dalam situasi perang dan konflik bersenjata semakin meningkat. Perlindungan lingkungan harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya pencegahan konflik, pemeliharaan perdamaian, dan pembangunan perdamaian. Hanya dengan menjaga kelestarian lingkungan, kita dapat membangun masa depan yang lebih aman, adil, dan berkelanjutan bagi seluruh umat manusia.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke
Satpol PP Kabupaten Bandung Gaspol Tertibkan Reklame, Uwais Qorni: Ini Kebijakan Pemerintah Berlanjut
Ketua KPID Jabar: Disrupsi Teknologi dan Informasi Jadi Ancaman Mental Psikologis Generasi Muda
Belajar dan Bertumbuh Bersama Yard Cermin Jiwa yang Tak Bersuara
The Evolution and Philosophy of The Dark Horse
Review Film Narasinetwork The Legend of 1900 (1998) Eksistensi Bakat Musik Otodidak
The Burbs Kembali dalam Format Serial Televisi di Bawah Naungan Fuzzy Door Productions
Sketsa Gaya Rancangan Busana Tegas dan Berkarakter Vol.5
KTT ASEAN Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Sebagai Penentu Kedaulatan Negara
Menjelang Iduladha 1447 H Kementan Perketat Pengawasan Penyakit Zoonosis dan Keamanan Pangan
Persib Berhasil Bungkam Persija di Segiri, Maung Bandung Makin Kokoh di Puncak
Big Match Panas! Persija vs Persib Sore Ini, Duel Gengsi yang Bikin Deg-degan
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Trenggalek Dorong Perbaikan Gizi dan Pemberdayaan Ekonomi Desa
Giliran Warga Desa Sukowetan Trenggalek yang Mendapat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis