Program MBG Diharapkan Bentuk Generasi Kabupaten Banyuwangi yang Sehat dan Tangguh

Kamis, 4 Dec 2025 06:06
    Bagikan  
Program MBG Diharapkan Bentuk Generasi Kabupaten Banyuwangi yang Sehat dan Tangguh
Dok. Tim MBG

Program MBG Diharapkan Bentuk Generasi Banyuwangi yang Sehat dan Tangguh

NARASINETWORK.COM -Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi menjadi momentum penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat komitmen pemenuhan gizi sejak usia dini. Kegiatan yang menghadirkan wakil rakyat dan perwakilan pemerintah tersebut menekankan bagaimana program ini bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi juga sebuah strategi pembangunan manusia yang terintegrasi. 

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG kali ini di Daipoeng Sawahan Simpang Blimbingsari, Kab. Banyuwangi, Selasa, (2/12). Sosialisasi program MBG menjadi langkah awal pemerintah dalam memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat sejak dini.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan bahwa MBG hadir untuk memastikan anak-anak dan kelompok rentan memperoleh gizi yang layak guna menunjang tumbuh kembang mereka. Ia menyebut bahwa upaya ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang mampu bersaing dan berkontribusi positif bagi masa depan bangsa. Menurutnya, pemenuhan gizi sejak dini adalah fondasi utama dalam mencetak sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. 
“Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menurunkan angka malnutrisi dan stunting sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif. Program ini menyasar peserta didik dari tingkat SD hingga SMA dan santri, serta anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai kelompok prioritas untuk memastikan pemenuhan gizi sejak dini,” tutur Nihayatul Wafiroh.
Tidak hanya berdampak pada kesehatan dan pendidikan, program MBG juga menjadi penggerak perekonomian daerah. Melalui pelibatan petani, nelayan, UMKM, dan pelaku usaha pangan lokal, rantai pasok program ini membuka ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. 
Pemerintah menilai bahwa keterlibatan pelaku lokal bukan hanya memastikan ketersediaan bahan pangan yang segar dan berkualitas, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 
Perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi, Teguh Suparngadi, menambahkan bahwa MBG dirancang sebagai langkah strategis jangka panjang untuk mewujudkan generasi sehat menuju masa depan Indonesia emas. Ia menjelaskan bahwa menu yang disusun selalu menyesuaikan potensi daerah, termasuk bahan pangan lokal yang mudah dijangkau masyarakat. 
“Dengan demikian, program MBG tidak hanya memperhatikan aspek gizi, tetapi juga keberlanjutan ekosistem pangan di tingkat daerah,” jelas Teguh Suparngadi.
Sosialisasi di Banyuwangi pun menekankan pentingnya dukungan semua pihak. Pemerintah berharap masyarakat, pelaku usaha, tenaga gizi, hingga para pendidik dapat terlibat aktif dalam memastikan pelaksanaan MBG berjalan aman, berkualitas, dan berkelanjutan. Kolaborasi berbagai elemen ini diharapkan menjadi pondasi kuat lahirnya generasi Banyuwangi yang lebih sehat dan berdaya saing.

Pelaksanaan MBG memberikan dampak nyata berupa pembukaan lapangan kerja, peningkatan produksi pangan lokal, serta peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan. Keberhasilan program MBG membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat sebagai pemasok, relawan, pengawas, dan mitra pelaksana, dengan sistem pengawasan berbasis digital untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045.



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026