Tokoh Lintas Agama Ajak Rawat Kerukunan sebagai Fondasi Kesejahteraan Bangsa

Minggu, 7 Dec 2025 01:46
    Bagikan  
Tokoh Lintas Agama Ajak Rawat Kerukunan sebagai Fondasi Kesejahteraan Bangsa
Istimewa

Pada Dialog Kerukunan Lintas Umat Beragama yang digelar PKUB Jakarta pada 6 Desember 2025, lebih dari 350 peserta dari berbagai agama mendengar pesan tokoh lintas agama untuk merawat kerukunan sebagai fondasi kesejahteraan bangsa.

NARASINETWORK.COM - Tokoh lintas agama di Indonesia menegaskan bahwa jalan paling kokoh untuk menjaga masa depan bangsa adalah merawat kerukunan dalam keberagaman. Pesan ini mengemuka dalam Dialog Kerukunan Lintas Umat Beragama yang digelar Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) di Aula HM Rasjidi, Jakarta, Sabtu kemarin (6/12/2025).

Dialog dihadiri lebih dari 350 peserta dari berbagai agama dan kalangan, menjadi wadah strategis untuk menyuarakan pentingnya kerukunan sebagai fondasi bangsa yang damai dan sejahtera.

Menteri Agama 2014–2019, Lukman Hakim Saifuddin, membuka dialog dengan menyatakan bahwa perbedaan merupakan bagian hakiki dari kehendak Tuhan. Namun, konflik muncul karena ada yang ingin menyeragamkan perbedaan.

“Persoalan muncul ketika perbedaan dipersepsikan sebagai ancaman. Padahal, keragaman adalah anugerah yang memperkaya kehidupan kita,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa kerukunan hanya dapat terjaga jika setiap pemeluk agama memandang perbedaan secara positif.

Ketua Komisi KWI, Mgr. Christophorus Tri Harsono, mengajak peserta melihat keberagaman sebagai kehendak Tuhan yang membuat manusia saling membutuhkan. Ia menekankan pentingnya dialog teologis, humanis, dan ekologis sebagai satu kesatuan. “Kita hanya bisa menuju kebaikan jika berjalan bersama. Semakin seseorang beragama, seharusnya semakin memahami cara pandang sosialnya,” katanya. Menurutnya, kerukunan tidak akan tercapai tanpa keadilan sosial dan kepedulian pada lingkungan hidup sebagai ciptaan Tuhan.

Dari perspektif Khonghucu, Pengurus Pusat MATAKIN, Budi Santoso Tanuwibowo, mengangkat kisah Meng Ce (Mencius) yang mengingatkan bahaya sikap pemimpin yang hanya mengejar keuntungan – yang terlihat pada kerusakan lingkungan yang memicu bencana. “Kerusakan hari ini adalah reaksi dari tindakan kita. Agama harus bicara tentang manusia dan alam. Kita perlu menjaga keseimbangan hubungan antara Tuhan, manusia, dan semesta,” tegasnya.

Ketua Umum PGI, Jackle Vyn Firts Manuputty, menyoroti tragedi banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai momentum yang menyatukan masyarakat tanpa melihat agama. “Di tengah bencana, kita bertemu dalam kepedulian. Titik temu kita adalah kemanusiaan dan lingkungan yang rusak,” ucapnya.

Dialog ditutup dengan kesadaran bersama bahwa merawat kerukunan bukan hanya upaya menjaga hubungan antarumat, tetapi juga memastikan keberlanjutan kehidupan melalui keadilan sosial dan kepedulian ekoteologi.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Transcendental Lyrical Mysticism A New Philosophical Aesthetic in Literature Liauw Pauw Phing
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama
Wali Kota Padang Lepas Tim Safari Puisi Empat Negara Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta
Safari Puisi Empat Negara Resmi Digelar Satupena Sumbar, Sumbar Talenta Perkenalkan Karya Sastra di Malaysia
Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"
Registrasi SIM Biometrik Hadirkan Bilik Khusus Pengguna Berhijab, Komdigi Pastikan Privasi Pelanggan Terjaga
Polresta Bandung Bongkar Jaringan Narkoba, Ada 105 Kasus Dalam Waktu Dua Bulan
Empat Dekade Bersastra Suriali Andi Kustomo Menata Langkah Baru Seni Kota Tegal
Satpol PP Kabupaten Bandung Perkuat Keamanan Komplek Pemerintahan
Hanna Sania dan Nurhayati dari RBC Sampaikan Pesan pada Aksi Unjuk Rasa, Unjuk Karya di TIM Melalui Puisi
narasinetwork.com Football Lab #01 "Membaca Tekanan Tinggi dan Serangan Efektif Indonesia atas Kamboja"
Hattrick Mitchell Baker Antar Timnas Indonesia Bungkam Kamboja 5-1 di Pembuka Piala AFF 2026
KOSMAK Ungkap Dugaan Korupsi Rp.26 Miliar untuk Pengembangan Tanaman Porang di Sidrap
SatuPena dan IMLF Audiensi dengan Kapolda Sumbar Bahas Sinergi Literasi Budaya untuk Mendukung Kamtibmas
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi V Persaid Jember Hadapi Persakabo Bogor pada Laga Pembuka
Peringati Hari Anak, Begini Pesan Ketua KPID Jawabarat
Komunitas Salihara Gelar SIPFest 2026 Bertema "asiaria", Hadirkan Seniman Asia dan Diaspora Asia
Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Indonesia Edisi V Digelar di Bogor Seleksi Tim Nasional Dimulai
“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara