NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
–Insiden tidak menyenangkan dialami sejumlah awak media saat meliput kegiatan pemberian uang kadedeuh kepada atlet berprestasi dan pelatih dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VII di Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2025.
Peristiwa tersebut terjadi di Gedung M. Toha, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (6/3/2026), ketika para wartawan tengah menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput agenda yang digelar oleh Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung.
Wartawan Dihardik Saat Meliput
Sedikitnya lima awak media yang berada di lokasi mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari seorang oknum anggota KORMI Kabupaten Bandung berinisial AF.
Salah satu wartawan dari media Monitorrakyat BS, menuturkan bahwa AF menghampiri para jurnalis dengan nada tinggi dan mempertanyakan keberadaan mereka di lokasi kegiatan.
Menurutnya, AF bahkan menyatakan bahwa dirinya tidak mengundang wartawan untuk menghadiri acara tersebut.
“Saya juga wartawan, sudah berapa lama jadi media, jangan-jangan wartawan bodrex. Saya tidak mengundang wartawan,” ujar BS, awak media menirukan ucapan AF.
Pernyataan tersebut membuat para wartawan yang hadir merasa heran dan kebingungan, mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda publik yang dilaksanakan oleh organisasi masyarakat.
Identitas Wartawan Dipersoalkan
Ketegangan semakin meningkat ketika AF meminta para wartawan menunjukkan identitas profesi mereka.
Para awak media kemudian memperlihatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) kewartawanan sebagai bukti bahwa mereka menjalankan tugas jurnalistik secara resmi.
Namun, menurut keterangan wartawan di lokasi, AF justru meragukan keabsahan identitas tersebut dan kembali meninggikan nada bicaranya.
Ia bahkan menuding bahwa kartu identitas wartawan bisa dibuat secara mandiri dan tidak selalu resmi.
“KTA wartawan bisa dibuat sendiri,” ucap AF, sebagaimana ditirukan salah satu jurnalis yang berada di tempat kejadian.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai bentuk tudingan yang merendahkan profesionalitas wartawan yang sedang menjalankan tugas peliputan.
Disayangkan oleh Awak Media
Perilaku oknum tersebut menuai kekecewaan dari para awak media yang hadir.
Mereka menilai sikap tersebut tidak mencerminkan hubungan kemitraan yang selama ini terjalin antara organisasi kemasyarakatan, termasuk KORMI, dengan insan pers.
Padahal, menurut para wartawan, media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat luas.
Desak Pembinaan Internal
Atas kejadian ini, sejumlah awak media mendesak Ketua KORMI Kabupaten Bandung untuk melakukan pembinaan terhadap para anggota dan pengurusnya agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Para jurnalis berharap organisasi tersebut dapat menjaga hubungan baik dengan media sebagai mitra dalam menyebarkan informasi publik serta menghormati profesi kewartawanan yang dilindungi oleh undang-undang.
Insiden ini pun menjadi perhatian karena terjadi di tengah kegiatan apresiasi kepada atlet berprestasi, yang seharusnya menjadi momentum positif bagi dunia olahraga rekreasi di Kabupaten Bandung.
**
