"Nalar logika mistika"

Nasional
Minggu, 12 Jan 2025 00:25
    Bagikan  
"Nalar logika mistika"

NARASINETWORK.COM - Jika berbicara tentang kedua hal, ini sulit kita membedakan apa itu logika mistika dan apa itu ilmu pengetahuan tapi jika kita lihat atau mengambil sebuah sempel dari pemikiran tan Malaka dimana beliau sangat clear dalam membahas hal ini dimana lawan dari logika mistika adalah dimana kita menerima kebenaran berbasiskan bukti dan teruji dan bisa di amati, tetapi ini bukan hal yang mudah kita katakan ke masyrakat umum, karena logika mistika ini sendiri sudah sangat kental dan melembaga contohnya ketika, yang sering kita temui ketika ada orang meninggal dalam keadaan tidak wajar atau aneh pasti kebanyakan orang mengatakan ini pasti meninggal kena santet, gendam dan lain-lain jika dipikir mengunakan logika mistika pasti ini tidak bisa dibuktikan karna ada hal-hal yang tidak dapat dijangkau oleh akal kita atau mistik, tetapi kalau kita berfikir secara objektif ketika berbicara tentang kejadian ini pasti banyak orang bercerita dengan versi mereka padahal sudah jelas dikatakan ada hal-hal tidak bisa dijangkau oleh akal kita, ya jika akal kita ngga bisa menjangkau lantas kok bisa akal kita tidak menjangkau tetapi kita bisa berbicara akan hal ini,berati ngga masuk akal kan?
Na menariknya bangsa Indonesia sangat kental dengan hal-hal mistika dan melembaga seperti ketika kita sering menemui gelang karomah, cincin wibawa dan lain-lain bahkan bisa dijadikan ladang bisnis oleh mereka padahal kalo kita berfikir mengunakan akal sehat apakah ini teruji, benar benar actual. Atau hanya omon-omon Orang pintar sebenarnya sedikit menganjal ketika banyak masyarakat mengatakan orang pintar atau dukun atau apalah tapi yang kita kenal dan melembaga orang pintar, orang pintar mana yang ngga masuk akal atau tidak melawan dari logika mistika atau tidak bisa dibuktikan oleh akal.
Ada beberapa akibat dari logika mistika salah satunya a orang menjadi keterbatasan pilihan yang sebenarnya nggak perlu kita pilih seperti contoh ketika kita ikut logika mistika biasanya ada keharusan yang harus kita lakukan ada pantangan/larangan yang ngga boleh kita langgar alasan nya apa ya ngga ada alasan karna memang secara akal sehat itu tidak masuk akal dan tidak ada penjelasan
Maka dari itu tan Malaka dalam bukunya menuliskan penjara pikiran jadi disitu intinya ternyata kolonialisme kita itu memang ada dalam pikiran kita sendiri makanya tanpa ada Kolonialisme yang lain ada kolonialisme yang berbahaya dalam pikiran kita sendiri yang membatasi pikiran serta tindakan yang kita lakukan, logika mistika yang melembaga dalam diri kita sudah menjadi penjara dalam hidup kita sendiri bedanya kolonialisme fisik atau yang real yaitu dengan mengeruk kekayaan alam perampasan harta benda dan ada kemiskinan atau kejahatan yang kongkrit sedangkan penjajah logika mistika dalam pikiran itu kalau gen z sekarang ibaratkan sechon choice atau apalah istilah sekarang apalagi yang merebak baru baru ini seperti ketika kita berfikir positif so pasti hal hal sekeliling kita ikut positif atau logika mistika terbaru gen z law of distraction memang logika mistika seperti ini sangat enak tetapi real life nya dampaknya sangat luar biasa.
Saya yakin kita paham mengenai logika mistika ini efeknya sangat panjang kalo kita ibaratkan ada penjual kalung peredaran darah na sebenrnya apakah ini termasuk logika mistika dan korelasi nya ke sains kebanyakan orang menentang bahwa sains itu kan terbatas kenapa karna sains hanya jawaban yang akan kita pecah dan temukan bukan sains yang menjawab dirinya sendiri so makan dari itu lebih mudahnya orang percaya pada logika mistika karna memang sangat mudah jawaban nya ya seperti ya ada beberapa hal yang ngga bisa kita jamak dengan akal na disini saya anggap ini panjang konsklusi nya mari temukan dengan pemikiran dan hal yang masuk akal agar kita nalar dan bisa membedakan mana logika mistika mana ilmu pengetahuan. 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Penguatan Pangan, Energi, dan Infrastruktur Jadi Fokus Rakernas APKASI Tahun 2026
Menase Ugedi Degei : Kongres V Partai Buruh Jadi Momentum Konsolidasi Kekuatan di Papua Tengah
Dukung Peringatan HPN 2026 Narasinetwork.com Hadiri Kemah Budaya PWI ke Kawasan Adat Baduy
Kemah Budaya PWI Pusat 2026 Narasinetwork.com Ungkap Filosofi Hidup Masyarakat Baduy dalam Reportase Sketsa
Anak-anak Baduy Tanpa Sekolah Formal "Pendidikan yang Tumbuh dari Bumi dan Nilai-Nilai Tradisi"
Saat Libur Tahun Baru, PLN Tuntaskan Penggantian Trafo GITET Mandirancan
Meski Libur Tahun Baru, PLN Rampungkan Penggantian Trafo GITET Mandirancan
Libur Tahun Baru, Petugas PLN Tuntaskan Penggantian Trafo GITET Mandirancan
Kabupaten Lebak Tuan Rumah Kemah Budaya PWI Pusat untuk HPN 2026 di Baduy
41 Wartawan dan Sastrawan Kunjungi Kampung Adat Baduy dalam Rangkaian Peringatan HPN 2026
Mentan Andi Amran Sulaiman Pastikan Dukungan Maksimal untuk Petani Terdampak Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
AIPA Secretary General Receives Courtesy Call from Georgian Ambassador to ASEAN and Indonesia
Pendaftaran Bimtek SIINas 2026 Dibuka Pelaku Industri Tangerang Dapat Ikut Secara Gratis
Pasar Anyar Tangerang Siap Menyambut Ramadan Akan Hadirkan Kuliner Malam dan UMKM
Alun-alun Benda Kota Tangerang Bakal Jadi Wisata Edukasi Berbasis Kawasan Aerotropolis
Prima Colastic Cup 2026 Kota Tangerang Digelar Puluhan Sekolah Ikuti Lomba Kepramukaan hingga E-Sport
SDN Pademangan Timur 05 Siap Kembali Gelar Pembelajaran Tatap Muka Perbaikan Plafon Capai 95 Persen
Calon Pegawai RSHS Diperas Hingga Jual Aset, Oknum Orang Dalam Diduga Terlibat
Sosialisasi Perpipaan PDAM di Maruyung Pacet, Fokus pada Teknis Pelaksanaan
Suku Baduy Cagar Budaya Banten dengan Kehidupan Tradisional yang Tetap Terjaga