Sanggar Sekar Pandan Rayakan 33 Tahun, Herman Khaeron Terima Penghargaan Budaya

Senin, 5 May 2025 11:22
    Bagikan  
Sanggar Sekar Pandan Rayakan 33 Tahun, Herman Khaeron Terima Penghargaan Budaya
istimewa

Sanggar Sekar Pandan Rayakan 33 Tahun, Herman Khaeron Terima Penghargaan Budaya

NARASINETWORK.COM -Peringatan Hari Jadi ke-33 Sanggar Sekar Pandan Cirebon berlangsung meriah dan penuh makna pada Sabtu (3/5/2025) di Halaman Keraton Kacirebonan Kota Cirebon.

Acara ini menjadi panggung refleksi dan selebrasi atas kiprah sanggar dalam melestarikan seni tari tradisional, khususnya budaya Cirebon, selama lebih dari tiga dekade.

Sejumlah tokoh penting hadir memeriahkan perayaan ini, di antaranya Sultan Kacirebonan Abdul Gani Natadiningrat, Anggota DPR RI, Herman Khaeron, pakar kelautan Prof. Dr. Rochmin Dahuri, perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, serta para budayawan dan pelaku seni dari berbagai daerah.

Rangkaian pertunjukan seni dari berbagai daerah seperti tari Betawi dan Jepara turut mewarnai acara, menampilkan kekayaan budaya Nusantara dalam satu panggung yang merekatkan persaudaraan. 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap para tokoh dan lembaga yang telah mendukung perjalanan sanggar, Sanggar Sekar Pandan menganugerahkan Penghargaan Persaudaraan kepada individu dan komunitas yang dinilai berjasa dalam pelestarian budaya. 

Salah satu penerima penghargaan adalah Anggota DPR RI, Herman Khaeron. Dalam sambutannya, Herman menyambut hangat penghargaan tersebut meskipun ia mengaku tidak menerima undangan resmi sebelumnya. 

Ia menyebut penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi luar biasa terhadap dedikasinya selama ini dalam mendukung pelestarian budaya di tanah kelahirannya.

“Dengan dua tangan saya terima penghargaan ini. Ini bagian dari perjalanan sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari Cirebon,” ujar legislator empat periode dari Dapil Cirebon-Indramayu tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa Cirebon memiliki nilai-nilai budaya luhur dan sejarah panjang yang penting bagi identitas bangsa. Dirinya mengaku selalu hadir dalam berbagai agenda budaya dan siap mendorong pengembangan potensi budaya Cirebon melalui jalur pemerintah pusat.

“InsyaAllah sepulang dari sini saya akan berdiskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif agar potensi budaya Cirebon bisa lebih dikembangkan,” ucapnya.

Herman juga memberikan apresiasi kepada panitia, terutama Kang Dedi, atas komitmen dan kreativitas yang telah terjaga selama 33 tahun dalam menjaga eksistensi sanggar seni ini. 

Ia menyebut penghargaan yang diterimanya bukan hanya simbol, tetapi juga penyemangat untuk terus menjaga dan memajukan kebudayaan Cirebon sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Pimpinan Sanggar Sekar Pandan, Elang Heri Komalahadi, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan sanggar. Ia menyebut acara ini sebagai persembahan untuk para pencinta seni dan budaya.

“Kami persembahkan acara ini untuk semua pihak yang telah menjadi bagian dari sejarah kami,” tuturnya.

Selain Herman Khaeron, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah tokoh dan lembaga lain, di antaranya: Almarhum Sudjana Aria, Dalang Kurnadi, Agus Deni Arkaningrat, PH. Tisna Dendabrata, Kantor Perpustakaan Bank Indonesia Cirebon, Prof. Dr. H. Rochmin Dahuri, Yurniati Taufik, Dino Syahrudin, Prof. Bernhard North, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cirebon, Prof. Bernhard Bernliam Sianto, Sanggar Seni Suara Murti Bali, Pekasa Jepara, Sanggar Seni Art Company, dan Topeng Betawi Ratna Sari Jakarta.

Peringatan 33 tahun Sanggar Sekar Pandan menjadi bukti nyata peran komunitas seni dalam menjaga warisan budaya lokal, sekaligus membangun jembatan generasi agar semangat seni tradisi tetap menyala di tengah arus zaman.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Pengalaman Magang Human Resources Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya di Perusahaan Nasional
Pemerintah Siapkan Stimulus Fiskal dan Pajak Impor Guna Redam Pelemahan Kurs Rupiah
Hutan Tarik dan Kepemimpinan Adipati Pertama Tuban "Ronggolawe"
Pelayanan RSUD Majalaya Tuai Apresiasi dari Keluarga hingga Pasien, Begini Katanya
Monumen Makam Mayor Jenderal Johan Jacob Perie di Batavia
Menilik Kemewahan dan Fasilitas Bisnis Premium di Vasa Hotel Surabaya
Mahkamah Konstitusi Tolak Uji Materi Jakarta Tetap Sah Jadi Ibu Kota Negara
Orbit Bulan Perlahan Menjauh Kecepatan Rotasi Bumi Terdeteksi Melambat
Pasar Elektronik China Mengetat Samsung Resmi Tarik Lini Produk Rumah Tangga
Mengasah Kompetensi Psikologi di Akademi Militer:  Pengalaman Magang Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya
Destinasi Makan Siang Pengisi Tenaga di Sisi Jalur Rel
POMINDO Ekspansi Gila-Gilaan, Tembus 251 Depo di Indonesia, dari Sabang hingga Merauke
Satpol PP Kabupaten Bandung Gaspol Tertibkan Reklame, Uwais Qorni: Ini Kebijakan Pemerintah Berlanjut
Ketua KPID Jabar: Disrupsi Teknologi dan Informasi Jadi Ancaman Mental Psikologis Generasi Muda
Belajar dan Bertumbuh Bersama Yard Cermin Jiwa yang Tak Bersuara
The Evolution and Philosophy of The Dark Horse
Review Film Narasinetwork The Legend of 1900 (1998) Eksistensi Bakat Musik Otodidak
The Burbs Kembali dalam Format Serial Televisi di Bawah Naungan Fuzzy Door Productions
Sketsa Gaya Rancangan Busana Tegas dan Berkarakter Vol.5
KTT ASEAN Presiden Prabowo Tegaskan Pangan Sebagai Penentu Kedaulatan Negara