Kosabangsa Sinergi Kemendiktisaintek dan Perguruan Tinggi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Minggu, 16 Nov 2025 17:15
    Bagikan  
Kosabangsa Sinergi Kemendiktisaintek dan Perguruan Tinggi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Istimewa

Kemendiktisaintek optimalkan peran perguruan tinggi melalui Kosabangsa, dengan fokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat untuk atasi masalah pengangguran dan tingkat partisipasi pendidikan di Sulawesi Utara.

NARASINETWORK.COM - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terus mengoptimalkan penelitian dan pengabdian masyarakat sebagai implementasi tridarma perguruan tinggi. Tujuannya adalah memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi masalah sosial dan ekonomi.

Sebagai pusat ekonomi di Sulawesi Utara, Kota Manado menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang memerlukan intervensi kebijakan serta penelitian terapan. Data menunjukkan angka pengangguran terbuka di kota ini mencapai 8,51%, diikuti Kota Tomohon 7,80%, dengan total 83,13 ribu penduduk menganggur pada Februari 2025. Selain itu, Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Sulawesi Utara baru mencapai 35%, menunjukkan perlunya perluasan akses pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Untuk mengatasi masalah ini, Kemendiktisaintek mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam memberikan solusi kepada masyarakat melalui Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat). Program ini mengedepankan kontribusi nyata insan pendidikan tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya.

Dalam rangka memperkuat program ini, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menghadiri kegiatan Apresiasi Dosen Berdampak di Universitas Sariputra Indonesia Tomohon, Sulawesi Utara, pada Jumat, 14 November 2025.

“Pendidikan tinggi harus mampu berinovasi untuk menjawab masalah sosial yang terjadi,” kata Wamen Fauzan.

Wamen Fauzan juga memberikan apresiasi kepada para dosen yang telah mengimplementasikan tridarma. Ia menekankan bahwa kontribusi dosen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan menjadi teladan bagi sivitas akademika lainnya.

“Ini adalah prestasi akademik yang memiliki tanggung jawab moral karena ilmu harus diamalkan atau ditularkan. Saya datang untuk menyampaikan selamat kepada Ibu Nindy. Ini dimaksudkan untuk menjadi inspirasi, yang dampaknya akan diikuti oleh yang lain,” tambahnya.

Rektor Unsrit, Anggela A. Adam, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamendiktisaintek dan menyatakan bahwa hal ini menjadi motivasi baru bagi universitas untuk terus menjadi perguruan tinggi yang unggul dan bermanfaat.

Salah satu contoh implementasi program ini adalah program pengabdian yang dilakukan oleh Nindy Gaby Sepang, Dosen Pendidikan Fisika dari Unsrit. Programnya, "Revitalisasi Usaha Kelompok Nelayan dan Peternak Kelurahan Bahoi, Pulau Tagulandang Pasca Bencana Erupsi Gunung Ruang melalui implementasi teknologi pengering ikan," memberikan dampak bagi masyarakat setempat.

Nindy Gaby Sepang menjelaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat adalah wujud tridarma yang harus memberikan dampak langsung. Berdasarkan pendampingannya di Tagulandang, intervensi berbasis riset terbukti menjawab kebutuhan warga pascabencana.

“Sebagai dosen, tugas kami bukan hanya mengajar, tetapi menjalankan tridarma, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Saya ingin menerapkan inovasi yang saya miliki dan memberikan dampak bagi seluruh warga Indonesia, khususnya di Sulawesi Utara,” kata Nindy Gaby Sepang.

Ia menambahkan bahwa berbagai teknologi tepat guna telah dihadirkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

“Untuk nelayan, kami memberikan jaring, freezer penampungan, dan alat pengering putar yang mempercepat proses pengeringan ikan roa dari 12 jam menjadi 6–8 jam. Untuk peternak, kami membangun kandang koloni, mengajarkan formulasi pakan berbahan limbah ikan, serta menyediakan alat penetas telur dengan tingkat keberhasilan hampir 100 persen. Semua inovasi ini masih digunakan masyarakat hingga sekarang,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Kemendiktisaintek mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi antara penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan warga, diharapkan peran perguruan tinggi dalam pembangunan bangsa semakin optimal.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Warga Kabupaten Bandung Perlu Tahu: Program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Jaminan Resmi Dihentikan
Srikandi DPC PKB Kab. Bandung Dorong Muscab Jadi Momentum Konsolidasi dan Lompatan Kursi
Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Bandung: Infrastruktur Jalan Hingga Ribuan Rutilahu Jadi Prioritas
Kang DS Paparkan LKPJ 2025, Kinerja Pembangunan Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif
Usai Puting Beliung di Pacet, BPBD Kabupaten Bandung: Ada 82 Jiwa dan 16 Rumah Rusak Terdampak
Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah di Pacet Kabupaten Bandung, Warga Panik Keluar Rumah
Penggunaan Tumbler Menjadi Pilihan Masyarakat Tekan Limbah Plastik
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia pada 84 Tahun
Penerapan Pola Hidup Ramah Lingkungan untuk Masa Depan
Mengenal Risiko Gaya Hidup Sedentari di Era Modern
Mengenal Pola Perilaku Maladaptif Anxious Avoidance dan Penanganannya secara Medis
Seogwipo Sambut Musim Semi Melalui Festival Jalan Santai dan Ragam Kuliner Lokal
Sentuhan Arsitektur Lokal dan Kenyamanan Modern di Mercure Resort Sanur
Garpu Restaurant Destinasi Kuliner Tepi Pantai di Karangasem Bali
Legian Beach Hotel Penginapan Bintang Empat di Bali dengan Lokasi Strategis
Pemuda KNPI Kabupaten Bandung Hangatkan Silaturahmi Lewat Halal Bihalal Penuh Kebersamaan
Sidak Usai Lebaran, Bupati Bandung Tekankan Optimalisasi PAD dan Kejelasan Aset Daerah
Festival Randai IMLF-4 Digelar di Bukittinggi Bakal Disaksikan 200 Lebih Delegasi dari Puluhan Negara
Cipta Bella Garut Ramai Pengunjung, Kenyamanan Dipuji, Namun Pengelolaan Perlu Terus Ditingkatkan
Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diharapkan 28-29 Maret Masyarakat Diminta Sesuaikan Jadwal Perjalanan Kembali