Setelah Sempat Viral, Jembatan Hijau Cijeruk Kini Jadi Kebanggaan Masyarakat Bojongsoang dan Sekitarnya

Jumat, 9 Jan 2026 20:35
    Bagikan  
Setelah Sempat Viral, Jembatan Hijau Cijeruk Kini Jadi Kebanggaan Masyarakat Bojongsoang dan Sekitarnya
Istimewa

Peresmian jembatan Cijeruk Bojongsoang - Baleendah

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG

-Bupati Bandung Dadang Supriatna, meresmikan Jembatan Roda Dua Cijeruk, yang kini dikenal sebagai "Jembatan Hijau" yang terletak di Kampung Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Jum'at (9/1/2025). 


Peresmian ini menandai dibukanya kembali akses penting yang menghubungkan Kecamatan Bojongsoang dan Baleendah, setelah sempat viral akibat ambruk dan menjadi perhatian publik.

 Jembatan Hijau, yang memiliki desain melengkung ikonik, dibangun kembali setelah Kang DS menggelontorkan alokasi anggaran sebesar Rp 6,7 miliar dari APBD Perubahan tahun 2025. 


Pembangunan jembatan ini dimulai pada akhir Agustus 2025. Jembatan sepanjang 60 meter dan lebar 2,7 meter ini diperuntukkan khusus bagi sepeda motor dan pejalan kaki.

 

Dalam acara peresmian, hadir Dandim 0624 Letkol Kav Samto Betah, Ketua Komisi C Tarya Witarsa, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Camat Bojongsoang Kan-kan, tokoh masyarakat, serta beberapa warga dari kedua kecamatan.

 

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Jembatan Roda Dua Cijeruk atau Jembatan Hijau ini resmi saya nyatakan dibuka untuk digunakan oleh masyarakat," kata Bupati Dadang Supriatna, yang akrab disapa Kang DS, saat meresmikan jembatan tersebut.

 

Kang DS menyatakan Jembatan Hijau tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar wilayah, tetapi juga sebagai ikon baru dan destinasi wisata yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar. 


Penamaan "Jembatan Hijau" sendiri merupakan simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan. Sebelum gunting pita peresmian jembatan, Kang DS sempat memotong tumpeng yang juha berwarna hijau. 

"Semoga Jembatan Hijau ini bermanfaat untuk masyarakat. Jembatan ini akan menjadi ikon baru dan tempat wisata yang menarik di kawasan ini. Sangat cocok untuk berswafoto," ujar Kang DS, menambahkan bahwa ia menyadari betul betapa pentingnya jembatan ini bagi warga di kedua kecamatan.

 

Sementara itu, Camat Bojongsoang Kankan, keberadaan Jembatan Roda Dua Cijeruk memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga, khususnya pengguna kendaraan roda dua.


Jembatan ini tidak hanya mempermudah akses antarwilayah, tetapi juga berdampak langsung pada kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat.

“Warga Bojongsoang dan Baleendah sudah lama menantikan jembatan ini kembali berfungsi. Setelah roboh pada 2025, Alhamdulillah pemerintah daerah langsung bergerak cepat tanpa menunggu waktu lama,” ujar Kankan.


Ia menilai, gerak cepat Bupati Bandung dalam merespons kebutuhan masyarakat menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah persoalan warga. 

Manfaat jembatan tersebut, kata dia, kini benar-benar dirasakan masyarakat karena akses perjalanan menjadi lebih dekat, waktu tempuh lebih singkat, dan biaya transportasi dapat ditekan.


Lebih lanjut, Kankan menegaskan bahwa jembatan ini tidak hanya memperkuat konektivitas antar kecamatan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mendorong pertumbuhan wilayah dan mempererat hubungan sosial antarwarga.

Dalam kesempatan tersebut, Kankan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan sebagai fasilitas publik yang memiliki nilai manfaat jangka panjang.

“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan jembatan ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita rawat bersama, jangan mencoret-coret, jaga kebersihan serta keindahannya,” tuturnya.


Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan keberlanjutan fungsi jembatan tersebut agar dapat terus dimanfaatkan secara optimal oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

MBG: Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Ketahanan Gizi ke Anak Sejak Dini di Kabupaten Blitar
Kementerian Agama Siapkan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H dengan Prosedur Terbuka
Komisi IX DPR Sebut Pentingnya Intervensi Gizi Sejak Dini dalam Sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Kediri
7 Fitur Unggulan Samsung Galaxy S26 Series untuk Efisiensi dan Kreasi
Kemenkes RI Luncurkan Rencana Aksi Nasional Kanker Payudara 2025–2034 dalam Rangka Menurunkan Angka Kematian
Kusdono Rastika Suara yang Berbisik dari Seni Lukis Kaca Cirebon
Ekspresi Seni Islam Ruang Tafakur Hadir di Bentara Budaya Jakarta
Komisi IX DPR Dorong Pengawasan dan Pemberdayaan Pemasok Lokal dalam Sosialisasi MBG di Kediri
Perkembangan Terkini Penanganan Campak di Indonesia dan Dunia
IPM Kabupaten Bandung Tembus 75,58 Poin, Peran Pajak untuk Pembangunan
Menu Makanan Bergizi Gratis Banyak Disorot, Orang Tua Murid Upload Buah-Buahan Busuk
Satpol PP Kabupaten Bandung Intensifkan Penegakan Perda Selama Ramadan 2026
Bebas Visa untuk WNI Diumumkan Korea Selatan Targetkan Peningkatan Pergerakan Wisata
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung, DPR RI Dorong Penguatan SDM Sejak Dini
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Tulungagung, DPR RI Dorong Penguatan SDM Sejak Dini
Susu untuk Jantung Bagaimana Memilih dan Mengonsumsinya dengan Tepat
Teknisi Terbaik Suzuki Tampil Unggul di Victorious Contest 2025 yang Digelar Februari 2026
Revisi UU ASN 2026, PPPK Paruh Waktu Dihapus? Ini Regulasinya
Ichikawa Zoo's Punch A Macaque's Journey from Solitude to Belonging
Shin Drama Project Gelar Representasi Ke-4 di Jakarta