Pentas Sastra Badan Bahasa 2025 : Tampilkan Ragam Ekspresi Sastra dari 87 Penampil Terpilih

Senin, 13 Oct 2025 14:28
    Bagikan  
Pentas Sastra Badan Bahasa 2025 : Tampilkan Ragam Ekspresi Sastra dari 87 Penampil Terpilih
Badan Bahasa Jakarta

Badan Bahasa Kemendikbudristek kembali menggelar Pentas Sastra pada 13-16 Oktober 2025 di Jakarta. Ajang ini menjadi wadah ekspresi bagi 87 pegiat sastra terpilih dari berbagai kalangan, termasuk siswa, mahasiswa, dan komunitas literasi.

NARASINETWORK.COM - Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali menggelar ajang Pentas Sastra, sebuah festival yang menjadi wadah ekspresi bagi para pegiat sastra dari berbagai kalangan. Acara yang berlangsung pada 13-16 Oktober 2025 di Panggung Terbuka Badan Bahasa, Rawamangun, Jakarta Timur ini, menghadirkan serangkaian penampilan yang meliputi pembacaan puisi, monolog, mendongeng, teater, deklamasi, hingga musikalisasi puisi.

Pentas Sastra kali ini menampilkan 87 peserta terpilih, yang diseleksi berdasarkan kriteria yang mencakup aspek individu maupun kelompok, domisili, ketersediaan waktu, jenis penampilan, judul karya, dan jumlah personel. Para penampil berasal dari beragam latar belakang, mulai dari siswa sekolah dasar hingga mahasiswa, komunitas literasi, serta kelompok seni dari berbagai daerah.

Nama-nama terpilih dalam seleksi  sebagai penampil dalam Pentas Sastra di Badan Bahasa Tahun 2025 oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) diantaranya :

Abdul Aziz, Abdulllah Nashiruddin Al Hilali, Ahmad Najmi Tsaqib, Alifa Fahira Nurmedina Lubis, Anindita Hilmansyah, Anindita Zahra Putri, Annasya Azkadina Tezza, Anzar Mustikowati, Aura Diva Gitareja, Ayu Dinda Rahmannisa, Azis Fahruroji, Bezaleel Riad Yosafat Simanjuntak, Charish Achiera Hanzqa, Chello Zafran Almair, Dapunta Fortuna Sadawija, Deklamator Indonesia, Diasti Azka Nadiya, Dominie Philadelphia, Eka Ardhinie, Enita, Erna Winarsih Wiyono.

Farah Illiyana, Fathan Ramadhan Farabi, Fathima Syakira,Fatimah Cahaya Nusantara, Fauzanaya Afnan Taufiq, Filia Natha Hasya, Firial Fauziyah Diba, Fitri Rizqy Hilda Sari, Gautama Teater - SMA Citra Nusa Cibinong, Habibul Malik Anori, Hanna Ameera, Hanna Shakila Inara, Ibnu Hanan Firdaus, Indira Aamirah Hasannida, Ivander Adzka Almair, Juju Junengsih, Kaffah Azizah Pranoto, Kalyana Dewi Mulia (SMPN 115 Jakarta), Kayisa Azalia, Keyzia Arsya Camilla, Khalila Afia Firdaus, Khaliza Almera Ahmad Ashiqui, Kirei Runa Almeira, Komunitas Kelas Puisi Bekasi, Komunitas Literasi CS Kehidupan, Komunitas Literasi Cendikia Bengkulu, Komunitas TBM Rumah Literasi 45, M. Arzu Athourrohman, Maritza Salima Nugraha.

Meisya Kanaya Putri, Mila Maulida, Milaya Samatha Gaea, Mona Azzahra, Muhamad Azmie, Muhamad Fauzan, Muhammad Agustiyan, Muhammad Hafizh, Mukhammad Aldy, Nadia Hasanah Kusumaningtiyas, Nadya Ranaa Zhaafirah, Nayla Rifkha Zhi, Novita Ayusman, Queena Asyahni, Rachel Naura Sasiro, Rawamangun Concept, Rian Dwiyanto, Romi Naufal, SMA Negeri 2 Gunung Putri, SMP Negeri 154 Jakarta, Salmah Salafiyyah, Salsabila Fuady, Sanggar Seni Nurul Yaqin, Sari Handayani, Seni Handiyani, Shafana Humaira Ahmad Floel, Sidik Permana, Sri Asih, Syafaattiany Rachmaniah Kosasih, Syarifah Aqila, Syfa Nazneen Hidayah, Teater Tukang, Tsalis Nafisaturrohmah, Vidianessa Luthfia putri, Yadi Sukmawiguna, Yayasan Kita Baca Indonesia, dan Zafirah Alifya Dinata.

Salah satu penampil yang turut meramaikan Pentas Sastra 2025 adalah Hanna Shakila Inara, seorang penulis cilik berbakat yang karyanya telah diakui dalam kancah literasi anak. Namanya tercatat sebagai salah satu penulis yang karyanya terpilih untuk diterbitkan dalam buku antologi "Sayap-Sayap", serta penulis buku anak "Pulau Permen" yang mengisahkan petualangan tokoh Tilia. Hanna, bersama rekan-rekan penulis cilik lainnya, juga aktif berbagi pengalaman dalam program kepenulisan, mulai dari proses pencarian ide hingga penerbitan buku.

Pentas Sastra Badan Bahasa 2025 diharapkan dapat menjadi momentum bagi para pegiat sastra untuk terus berkarya dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai bahasa dan sastra Indonesia. Masyarakat diundang untuk hadir dan menyaksikan kemeriahan Pentas Sastra, serta memberikan dukungan kepada para penampil yang telah berdedikasi dalam mengembangkan dunia sastra di Indonesia.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Aktivitas Ramadan Sebagai Media Pendidikan Kemandirian Anak
Teknologi Digital dan Lingkungan Hidup Pemerintah Dorong Inovasi di Sektor Engineering
Tantangan Global Tak Mengganggu Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi 2026
Pemerintah dan MUI Bahas Kehalalan Produk dalam Perjanjian Dagang dengan Amerika Serikat
Langkah Pemerintah Menyusun Jadwal dan Pengaturan Pelaksanaan Nyepi dan Idul Fitri 2026
Dari PKB untuk Rakyat: Kang Cucun Hadirkan Ambulans Gratis di 31 Kecamatan
Antisipasi Kerawanan Ramadan, Satpol PP Kabupaten Bandung Turun Hingga Tingkat Desa
IANJO Art Installation Highlights Marginalised Stories of Ianfu Women
Perjanjian Perdagangan Energi dengan AS Tidak Perbesar Impor Nasional
Penguatan Pendidikan dan Riset di Papua melalui Alih Aset BRIN
Makan Bergizi Gratis: Program Bekelanjutan untuk Tingkatkan Kualitas SDM Sejak Dini
Data Indonesia Jadi Incaran Pengembangan AI Pemerintah Siapkan Langkah Perlindungan
Teknologi Maggot Didorong Jadi Andalan Pengolahan Sampah Nasional
Pekerja Menjadi Kelompok Terbesar dalam Program BP Tapera pada 2025
Perkuat Budaya Komunikasi Efektif, RSUD Majalaya Terapkan Metode SBAR
Penetapan Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno 
Momentum Nyepi dan Ramadan Sinergi Umat Hindu dalam Aksi Kemanusiaan
MBG: Langkah Nyata Pemerintah Wujudkan Ketahanan Gizi ke Anak Sejak Dini di Kabupaten Blitar
Kementerian Agama Siapkan Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H dengan Prosedur Terbuka
Komisi IX DPR Sebut Pentingnya Intervensi Gizi Sejak Dini dalam Sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Kediri