Polemik Kasus PT BDS, DPRD Kab. Bandung Beri Penjelasan

Kamis, 31 Jul 2025 15:59
    Bagikan  
Polemik Kasus PT BDS, DPRD Kab. Bandung Beri Penjelasan
Istimewa

Halaman kantor DPRD Kab Bandung

NARASINETWORK.COM -KAB. BANDUNG 

-Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bandung, Faisal Radi Sukmana, angkat bicara terkait polemik kasus gagal bayar yang melibatkan PT Bandung Daya Santosa (BDS) terhadap sejumlah vendor. Ia menegaskan, persoalan tersebut merupakan murni urusan business to business (B to B) dan tidak ada keterlibatan langsung Bupati Bandung dalam pengambilan keputusan operasional maupun transaksi keuangan perusahaan.

“Bupati Bandung hanya menjalankan peran sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang bersifat strategis, bukan teknis operasional sebagaimana diatur dalam PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD,” ujar Faisal Radi kepada awak media, Kamis (31/7/2025).

Politisi Partai Demokrat itu menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh Komisi B, PT BDS memiliki piutang sekitar Rp125 miliar dari mitra usahanya, PT Cahaya Frozen, sementara di sisi lain BDS juga memiliki kewajiban kepada para vendor sebesar Rp117 miliar.

“Secara finansial, PT BDS juga merupakan pihak yang dirugikan akibat keterlambatan pembayaran dari PT Cahaya Frozen, bukan semata-mata pelaku wanprestasi,” tambahnya.

Faisal Radi menilai, tuduhan yang mengaitkan nama Bupati Bandung dalam kasus tersebut, terlebih dikaitkan dengan kepentingan politik menjelang Pilkada, merupakan langkah yang tidak berdasar dan justru menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

“Selesaikan menurut hukum yang berlaku. Tidak boleh ada penggiringan opini, apalagi yang menyeret nama pejabat publik tanpa bukti yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

DPRD Kabupaten Bandung, lanjut Faisal, mendukung agar seluruh proses hukum, baik dalam aspek perdata maupun pidana, jika memang ada, diselesaikan melalui jalur hukum sesuai prinsip due process of law. Komisi B juga berkomitmen mengawasi dan mendampingi penyelesaian persoalan tersebut secara objektif, profesional, serta menjunjung tinggi asas keadilan dan akuntabilitas publik.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Renie Rahayu Fauzi, yang menegaskan DPRD tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap permasalahan BUMD.

“Masalah BDS ini merupakan urusan bisnis yang sedang berproses dalam penyelesaiannya, baik antara BDS dengan vendor maupun dengan PT Cahaya Frozen,” ujarnya.

Politisi PKB itu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu atau penggiringan opini yang belum tentu benar.

“Masyarakat harus berhati-hati dan tidak menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas. Kami berharap masalah BDS ini segera diselesaikan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung,” tutup Renie.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026
Digital Detox Jadi Pilihan Saat Informasi Terus Membanjiri Ruang Digital
Kemkomdigi Ajak Generasi Muda Kembangkan Satelit Buatan Indonesia
INNOPROM 2026 Jadi Momentum Industri Agro Indonesia Perluas Pasar ke Kawasan Eurasia
Dari Batik hingga Drone Produk Manufaktur Indonesia Dipromosikan ke Pasar Eurasia melalui INNOPROM 2026
Indonesia Perluas Kemitraan Industri dengan Rusia melalui Tujuh MoU di INNOPROM 2026
Pertemuan Bilateral di INNOPROM 2026 Indonesia dan Armenia Bahas Perluasan Kerja Sama Industri
Wonogiri Kukuhkan Identitas sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso