Dari Boneka hingga Animasi 3D "Si Unyil" Tetap Jadi Ikon Tontonan Anak Indonesia

Senin, 24 Nov 2025 18:26
    Bagikan  
Dari Boneka hingga Animasi 3D "Si Unyil" Tetap Jadi Ikon Tontonan Anak Indonesia
Istimewa

Si Unyil pertama kali tayang di TVRI pada tahun 1981 dan kemudian diadaptasi menjadi serial animasi 3D pada tahun 2017.

NARASINETWORK.COM - "Si Unyil" adalah serial televisi boneka anak-anak legendaris dari Indonesia yang populer di era 1980-an. Diciptakan oleh Drs. Suyadi, atau yang lebih dikenal sebagai Pak Raden, serial ini bertujuan memberikan tontonan edukatif dan sarat pesan layanan masyarakat bagi anak-anak Indonesia.

Serial boneka ini pertama kali tayang di TVRI pada April 1981 dan menjadi tontonan wajib setiap minggunya bagi jutaan anak Indonesia pada masa itu. Drs. Suyadi adalah seniman di balik ide dan penciptaan karakter-karakter ikonik dalam serial ini, termasuk Unyil, Usro, Ucrit, dan Pak Raden sendiri. Awalnya, "Si Unyil" adalah film seri dengan teknik boneka (stop motion).

Pada tahun 2017, serial ini diadaptasi menjadi serial animasi 3D dengan judul "Petualangan Si Unyil", yang diproduksi oleh Perum Produksi Film Negara (PFN) bekerja sama dengan Kumata Studio dan Telkom Indonesia. Episode-episode "Si Unyil" masih bisa disaksikan di beberapa saluran televisi, seperti RTV dan TRANS7, yang menayangkan versi animasi maupun segmen-segmen tertentu.

Selain Unyil sebagai tokoh utama yang digambarkan pandai dan baik hati, serial ini juga melahirkan karakter lain yang sangat dikenal, seperti Pak Raden yang pelit, dan Pak Ogah dengan jargon "cepek dulu dong".

Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata "Unyil" berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".

Teman bermain Unyil dan kawan-kawannya antara lain Endut, yang lebih dekat dengan Cuplis namun sering berseteru dengan Unyil dan teman-temannya. Ada juga Pesek (Kendar), Mbok Bariah (tokoh Madura yang berjualan rujak), Pak Unyil, Bu Unyil, Bu Raden, Orang Gila, Bibi Cerewet, Jontor alias Joni (keponakan Bibi Cerewet), Tini alias Tineke (keponakan Pak Raden), Siti, Tinah, Menik, Itong, Endul, Mbah Bejo, Nenek Ijah, Ujang (sepupu Unyil), Bu Guru, Pak Cuplis, Bu Cuplis, Caplin, Cimot, Cilik, Ciner (adik-adik Cuplis), Engkong (kakek Meilani), Penjahat, Enyeng, Mang Diman, Pak Endut, Bang Ojek, Wak Haji, Nenek Sihir, Pak Damsuar (tukang jahit), Pablo Domino, Leonardo Dasimin, Salvador Jali, dan Pak Behom.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Teknisi Terbaik Suzuki Tampil Unggul di Victorious Contest 2025 yang Digelar Februari 2026
Revisi UU ASN 2026, PPPK Paruh Waktu Dihapus? Ini Regulasinya
Ichikawa Zoo's Punch A Macaque's Journey from Solitude to Belonging
Shin Drama Project Gelar Representasi Ke-4 di Jakarta
H. Asep Ikhsan Jemput Aspirasi Warga Ciparay, Soroti Pendidikan, Bansos dan Revitalisasi Budaya
Ulang Tahun ke-66 Kaisar Naruhito Sapa Warga dengan Harapan Musim Semi Damai
Jaga Kesehatan Saat Puasa Pola Minum Ideal saat Sahur
ASEAN Secretary-General Presides Over IAI Attachment Officers Graduation
KNPI Nilai Bupati Bandung Tak Tinggal Diam Soal Gaji PPPK PW
Giliran Desa Tanggung Tulungagung yang Mendapat Sosialisasi Program MBG
The Royal Palace of Changdeokgung A Legacy of the Joseon Dynasty
Volendam Where Dutch Tradition Comes to Life
KIAT Partnership Drives Subnational Infrastructure Development in Indonesia
Dari Jakarta ke Australia Fadil Zamroni Perkaya Wawasan Animasi 3D di Disruptor Media
Global Expertise Local Impact "Jangan Lupa Pulang dan Berkontribusi untuk Indonesia"
Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Desa Pagu Perkuat Komitmen Peningkatan Kualitas Generasi Bangsa
Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan ?
Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 Momentum Jaga Warisan Linguistik
Daegu Marathon 2026 "Daegu Siap Sambut Pelari dari Seluruh Dunia"
PON 2028 NTT-NTB Provinsi Penyangga untuk Efisiensi Fasilitas Olahraga