NARASINETWORK.COM - Karya musik teater berjudul "Rara Allegories of the Southern Sea" menjadi tonggak penting dalam perjalanan kreatif musisi Indonesia Peni Candra Rini, yang memulai debutnya di ajang Monheim Triennale II The Festival, Monheim am Rhein, Jerman. Acara ini tidak hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada khalayak internasional, tetapi juga membuka jalan bagi perjalanan karya tersebut menuju tahap berikutnya di Virginia, Amerika Serikat, pada April 2026.
"Rara Allegories of the Southern Sea" menghadirkan bentuk pertunjukan teater yang menyatukan berbagai elemen seni, antara lain musik, video, dan wayang kulit langsung. Inspirasi utama karya ini berasal dari mitologi Jawa Timur, yang menghadirkan alur cerita, suara, dan bayangan dalam ruang bersama sebagai wadah temu budaya antara Indonesia dan negara-negara di belahan dunia lain. Konsep ini mengangkat nilai-nilai budaya lokal dan menyajikannya dalam bentuk yang relevan dengan konteks seni kontemporer global.
Pertunjukan secara langsung disajikan di atas sebuah perahu di Monheim, Jerman, pada tanggal 5 Juli 2025. Lokasi yang unik ini menjadi bagian integral dari pengalaman menyaksikan karya, memberikan nuansa khusus yang melengkapi narasi tentang lautan dan perjalanan budaya yang menjadi inti dari "Rara". Panggung di atas air juga menjadi simbol dari konektivitas antar wilayah yang dilambangkan oleh samudra yang menghubungkan benua Asia dan Eropa.
Peni Candra Rini sendiri bertindak sebagai komposer utama karya ini, sementara penyelenggaraan dan produksi secara keseluruhan dilakukan oleh Monheim Triennale. Dukungan penting juga datang dari Rachel Cooper dan Asia Society yang memberikan dukungan untuk komisi pembuatan karya, serta tim dari Monheim Triennale yang menjadi sponsor pertunjukan dan memberikan dukungan dalam penerbitan audio hasil pertunjukan.
Sebuah tim kreatif berkualitas tinggi turut mendukung kelancaran dan keberhasilan pertunjukan ini. Di antara musisi yang terlibat adalah Andy Mcgraw, Shahzad Ismaily, Guruh Purbo Pramono, dan Indrė Jurgelevičiūtė, yang masing-masing membawa keahlian musik mereka untuk menyusun harmoni suara yang kaya dan mendalam. Elemen wayang kulit dan vokal diperankan oleh I Gusti Putu Sudarta, yang menghadirkan sentuhan autentik seni tradisional Indonesia dalam setiap gerakan dan nada.
Proses audio mixing dan mastering dilakukan oleh Curtis Fye, yang memastikan kualitas suara hasil pertunjukan dapat dinikmati dengan jelas baik saat pertunjukan langsung maupun melalui rekaman audio resmi. Visualisasi dalam pertunjukan dibuat oleh tim yang terdiri dari Bejita, Andy McGraw, dan Miri Suis, yang menyusun gambar dan animasi yang melengkapi cerita dan musik dengan sempurna.
Rangkaian elemen lain yang mendukung pertunjukan meliputi pemeran utama Rangkung Basundari, alat musik yang disiapkan oleh Idud Sentana Art, serta dukungan penuh dari tim Jagad Sentana Art yang menangani berbagai aspek teknis dan administratif dalam pelaksanaan acara.
Karya "Rara Allegories of the Southern Sea" tidak hanya menjadi prestasi pribadi bagi Peni Candra Rini, tetapi juga menjadi representasi positif dari kekayaan seni dan budaya Indonesia di kancah internasional. Melalui kombinasi seni tradisional dan kontemporer, karya ini menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki nilai universal yang dapat dihargai dan dipahami oleh masyarakat dunia.
