NARASINETWORK.COM - JAKARTA, Penampilan pemain biola di atas panggung kecil beralaskan karpet merah menghiasi aula Stasiun Jakarta Kota. Kegiatan itu merupakan bagian program Institut Musik Jalanan (IMJ) hasil kerja sama dengan PT KAI Commuter. Langkah ini bertujuan memberikan tempat bagi musisi jalanan berlisensi untuk tampil secara resmi.
Lembaga pimpinan Andi Malewa tersebut melakukan proses kurasi bagi para pengamen agar memiliki standar kompetensi tertentu. Hingga Oktober 2023, sebanyak 1.020 orang telah mengantongi lisensi resmi. Setiap musisi yang lolos seleksi dibekali rompi khusus sebagai identitas legal saat beraksi pada titik transportasi umum.
Selain area stasiun kereta api, para seniman ini mendapat izin tampil pada lokasi MRT seperti Bundaran HI, Blok M, dan Fatmawati. Program itu terlaksana melalui kesepakatan antara pemerintah daerah, badan usaha milik negara, serta kementerian terkait. Kerja sama ini menjamin keberadaan mereka tidak melanggar aturan ketertiban umum.
Sistem lisensi diharapkan mampu mengikis pandangan negatif masyarakat terhadap profesi pengamen. Manajer Humas KAI Commuter menjelaskan bahwa kehadiran hiburan teratur ini ditujukan bagi kenyamanan pengguna jasa transportasi. Penumpang menyambut baik sajian musik tersebut karena dianggap mampu mencairkan suasana pada area tunggu.
Pihak IMJ memastikan setiap anggota tetap mengikuti aturan protokol area publik demi ketertiban bersama. Papan informasi yang memuat daftar akun media sosial lembaga juga dipasang sebagai bentuk sosialisasi program kepada masyarakat luas. Upaya standardisasi ini diharapkan meningkatkan taraf ekonomi para pegiat musik jalanan melalui akses panggung yang layak.
