Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

Minggu, 9 Nov 2025 08:54
    Bagikan  
Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM
Dok. Tim MBG

Program Makan Bergizi Gratis di Bekasi: Komitmen Bersama Tingkatkan Kualitas SDM

NARASINETWORK.COM -Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi pada Minggu, (10/11/2025).

Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sajak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan menyampaikan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis Presiden untuk memastikan pemenuhan gizi anak dilakukan secara merata. Ia menyebut program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa.
“Kualitas sumber daya manusia ditentukan dari bagaimana kita memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik sejak dini. Program MBG adalah langkah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Sukur H. Nababan.
Kemudian, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias M, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat. 
“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran gizi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegas Ade.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester,  menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi program ini, mulai dari mekanisme penyediaan menu hingga distribusi makanan kepada peserta didik. 
“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat dan belajar lebih baik. Semua pihak perlu terlibat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ester juga menyatakan bahwa Kota Bekasi siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. 
Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.



Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kunjungan Chit Ko Ko Oo Perkuat Silaturahmi dan Sebarkan Nilai Positif di MAN 2 Padang
Melestarikan Nilai Adat Perempuan Kei di Antara Tradisi dan Kehidupan Perkotaan
Menstruasi dan Keterbatasan Ekonomi Tantangan yang Belum Sepenuhnya Terjawab
Inovasi dari Situasi Darurat Bagaimana Pembalut Sekali Pakai Mulai Dikenal Masyarakat
Musik sebagai Medium Pemikiran Menafsirkan Pergulatan Batin dalam Komposisi Yekeshish
Menara Satu Abad Rekam Jejak Sejarah dan Transformasi Arsitektur Jam Gadang Bukittinggi
Di Balik Kelancaran IMLF-4 Peran Armaidi Tanjung dalam Mengatur Seluruh Aspek Kegiatan
Kepemimpinan Sastri Bakry Berhasil Wujudkan IMLF-4 Sesuai Target yang Ditetapkan
Riuh! Ribuan Warganet Serbu Kolom Komentar Disdik Jabar Usai Perpanjangan PCMB 2026
Wisma Habibie Ainun Menyimpan Jejak Pemikiran dan Pengabdian Sang Presiden Ketiga RI
Panitia Apresiasi Peran Aktif Pemerintah Daerah dan Masyarakat dalam Penyelenggaraan IMLF-4
Opsih Pasar Baleendah Angkut Lebih dari 80 Ton Sampah, DLH, Disdagin dan Pedagang Sepakat Perkuat Pengelolaan
Lebih dari Sekadar Kuota Menggali Potensi Individu Neurodivergen di Indonesia
Ananda Sukarlan "Perbedaan Neurodivergen Bukan Penghalang untuk Berkontribusi"
Seminar Internasional IMLF-4 "Teknologi Alat Bantu Bukan Pengganti Guru"
Rangkaian IMLF-4 Hadirkan Seminar Bahas Pelestarian Bahasa dan Budaya Minangkabau
Sampul Peringatan IMLF-4 dan 100 Tahun Jam Gadang Ditandatangani Sastri Bakry, Aminur Rahman, Armaidi Tanjung
Para Korban Kasus Dugaan Penipuan Wedding Organizer di Kabupaten Bandung, Resmi Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Penipuan Wedding Organizer Suci Citra Resmi, Korban Berjumlah Ratusan Orang
Kaligrafi 100 Meter Karya Yusuf Liu Baojun Menarik Perhatian di IMLF-4