Warga Padaulun Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Tengah Malam, Dilarikan ke RSUD Majalaya

Selasa, 2 Dec 2025 18:22
    Bagikan  
Warga Padaulun Jadi Korban Penganiayaan Brutal di Tengah Malam, Dilarikan ke RSUD Majalaya
Istimewa

Polsek Majalaya saat olah TKP di rumah korban

NARASINETWORK.COM - KAB BANDUNG 

-Warga Kampung Sadang RT 02/15, Desa Padaulun, Kecamatan Majalaya, digegerkan oleh aksi kekerasan yang terjadi pada Senin malam (1/12/2025) sekitar pukul 20.30 WIB. Seorang pria bernama Apep diserang secara membabi buta oleh dua orang tak dikenal di dalam rumahnya sendiri.


Insiden tersebut berawal ketika N, istri korban, mendengar suara ketukan dari arah depan rumah. Ia mengira ada warga yang hendak membeli sandal di rumah tetangga yang memang berdagang di depan kediaman mereka.


“Saya pikir ada yang mau beli sandal ke rumah sebelah, karena sering ada yang datang malam,” ujar N, mengenang detik-detik sebelum kejadian.


Namun sangkaannya keliru. Ketukan itu ternyata ditujukan ke rumah mereka. Saat Apep membuka pintu, dua pria asing langsung menanyakan identitas sang korban dan tanpa memberi kesempatan berbicara, langsung menghujani Apep dengan tindak kekerasan.


“Suami saya baru buka pintu, dua orang itu langsung menyerang tanpa bicara apa-apa. Tidak ada masalah, tidak ada cekcok. Mereka langsung memukul dan menganiaya suami saya di dalam rumah,” ucapnya. 


Akibat serangan brutal tersebut, Apep menderita luka parah di bagian wajah dan kepala. Darah terus mengalir hingga membuat keluarga panik dan meminta pertolongan warga.

Sejumlah tetangga yang mendengar suara ribut segera berdatangan, namun kedua pelaku sudah terlebih dahulu kabur ke arah gelapnya gang perkampungan.


Korban kemudian dilarikan ke RSUD Majalaya untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Hingga saat ini, Apep masih menjalani penanganan dokter.


N berharap aparat segera menemukan para pelaku agar kejadian serupa tidak menimpa warga lain.


“Saya hanya ingin pelaku segera ditangkap. Suami saya tidak punya masalah dengan siapa pun. Kami sekarang hidup dalam ketakutan,” ujarnya.


Warga sekitar pun ikut merasa cemas karena kejadian ini terjadi tiba-tiba tanpa motif yang jelas. Mereka meminta aparat keamanan meningkatkan patroli untuk menjaga kenyamanan masyarakat.


Menanggapi laporan dari keluarga korban, Jajaran Polsek Majalaya Polresta Bandung langsung bergerak ke lokasi kejadian, melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan meminta keterangan saksi. Polisi menegaskan kasus ini menjadi prioritas penyelidikan.


Hingga berita ini diterbitkan, dua pelaku masih dalam pengejaran dan proses penyelidikan terus berlangsung.

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Tags
Kriminal

Berita Terbaru

Pendidikan Vokasi Jadi Prioritas Nasional Pemerintah
Percepatan Indonesia Financial Center Tarik Investasi Global
Kemenpora Dukung Upaya Tingkatkan Kepercayaan Publik terhadap Imunisasi
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Gizi Kuat, Bangsa Hebat: Nurhadi Gaungkan Program Makan Gratis di Kediri
Borobudur Sebagai Living Heritage dalam Kirab Pusaka Nusantara
Perpaduan Bumbu Kuning dan Pedas dalam Tradisi Masak Woku
Ikan Bakar dan Dabu-Dabu Kombinasi Utama Kuliner Pesisir Sulawesi Utara
Menakar Keamanan Sistem Verifikasi Mandiri di Area Publik dan Hunian
UU PDP dan Dilema Keamanan Akses Gedung
Job Fair Bandung Bedas Expo 2026 Diserbu Pencari Kerja, Lebih dari 1.200 Lowongan Tersedia
Semarak Hari Jadi ke-385, Bapenda Kabupaten Bandung Ajak Warga Ramaikan “Bandung Bedas Expo 2026”
Situasi Selat Hormuz Dorong Pemerintah Kurangi Ketergantungan Impor
Tiga Regulasi Baru Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
WALHI Soroti Lahan Kritis dan Tutupan Hutan Kabupaten Bandung yang Terus Menyusut
Hari Seni Sedunia Memuliakan Ekspresi dan Budaya Global
Digitalisasi Khazanah Islam Menjaga Karya Ulama Tetap Hidup
Dirut BUMD Bandung Daya Sentosa Dijebloskan ke Tahanan, Skema Bisnis Berujung Dugaan Korupsi Ratusan Milyar
Program MBG Adalah Fondasi Membangun Generasi Sehat dan Cerdas di Srengat Blitar
Rini Intama Menyuarakan Sejarah Lewat Kata dan Kain 'Molase dan Dinayra'