NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG
-Tirai kelam menyelimuti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majalaya, Kabupaten Bandung. Seorang petugas cleaning service ditemukan tewas mengenaskan di area rumah sakit.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat akhirnya mengungkap secara rinci kronologi serta dugaan motif di balik tragedi yang merenggut nyawa korban. Dari hasil penyelidikan awal, kasus ini diduga kuat dipicu persoalan utang piutang yang berujung pada aksi kekerasan fatal.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Sabtu malam, (3/12/2026), sekitar pukul 20.30 WIB. Lokasi kejadian berada di lantai dua Gedung Utama RSUD Majalaya, tepatnya di ruang sentral atau gudang cleaning service. Area tersebut dikenal sebagai zona terbatas yang relatif sepi dan jarang dilalui, terutama pada malam hari.
Korban diketahui bernama Fikri Ardiansyah (24), seorang petugas kebersihan yang sehari-hari bekerja di RSUD Majalaya.
Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan luka parah di bagian kepala serta tubuh yang bersimbah darah. Temuan tersebut sontak memicu kepanikan di lingkungan rumah sakit dan mengundang perhatian banyak pihak.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa aparat kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.
Serangkaian langkah penyelidikan langsung dilakukan, mulai dari olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga pengumpulan barang bukti.
“Dari hasil penyelidikan awal, peristiwa ini mengarah pada dugaan pembunuhan yang dipicu persoalan pribadi, yakni masalah utang piutang antara korban dan pelaku,” ujar Hendra dalam keterangannya kepada awak media.
"Senjata tajam yang digunakan pelaku melukai korban adalah Kampak ya," tambahnya.
Menurutnya, identitas terduga pelaku berhasil diketahui dalam waktu singkat. Aparat kini masih mendalami hubungan korban dan pelaku, termasuk latar belakang konflik yang berujung pada tindakan brutal tersebut. Polisi juga memastikan akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar persoalan.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi rekan kerja dan masyarakat luas. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa konflik personal yang tidak terselesaikan, sekecil apa pun, berpotensi berujung pada konsekuensi fatal jika disertai emosi dan kekerasan.
**
