Tak Bisa Lagi Ditutup-Tutupi, Dedi Mulyadi Perintahkan Anggaran Pemda hingga Desa Dibuka ke Publik

Senin, 5 Jan 2026 22:25
    Bagikan  
Tak Bisa Lagi Ditutup-Tutupi, Dedi Mulyadi Perintahkan Anggaran Pemda hingga Desa Dibuka ke Publik
Gustav VR

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di saat hari Pramuka tahun 2025

NARASINETWORK.COM - BANDUNG 

-Berdasarkan unggahan video/reel di akun Instagram resmi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (@dedimulyadi71), Senin (5/12/2025).

Ia menyampaikan instruksi terbuka bagi semua jajaran dibawahnya. 

“Saya meminta kepada seluruh pemerintah daerah di Jawa Barat, mulai dari provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, hingga desa, untuk membuka dan menyampaikan anggaran belanja kepada masyarakat secara terbuka melalui media sosial," katanya. 


Kutipan ini disampaikan Dedi Mulyadi dalam konteks penegasan bahwa anggaran pemerintah adalah uang rakyat, sehingga publik memiliki hak penuh untuk mengetahui, mengawasi, dan menilai penggunaannya.

Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi anggaran yang hanya beredar di internal birokrasi. 


Menurutnya, seluruh belanja pemerintah berasal dari uang rakyat, sehingga masyarakat berhak mengetahui dan menilai langsung penggunaannya.


Tak hanya soal anggaran, Dedi juga mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk menyampaikan laporan capaian kinerja secara bulanan, agar publik dapat melihat secara nyata apakah anggaran yang dikeluarkan benar-benar memberikan manfaat.


Media Sosial Jadi Alat Kontrol Publik


Berbeda dari mekanisme lama yang cenderung administratif dan tertutup, kebijakan ini secara tegas menjadikan media sosial sebagai saluran resmi penyampaian informasi anggaran dan kinerja. 

Dengan langkah ini, pemerintah tidak lagi sekadar melaporkan kepada atasan, tetapi juga kepada masyarakat luas.


Publik kini memiliki ruang untuk:

Mengakses informasi anggaran dengan mudah

Memantau realisasi program pemerintah

Memberikan kritik dan penilaian secara langsung

Instruksi ini dinilai sebagai upaya serius untuk menutup ruang abu-abu dalam pengelolaan keuangan daerah. 

Ketika anggaran diumumkan secara terbuka, potensi manipulasi, pemborosan, dan program fiktif dapat ditekan melalui pengawasan publik.


Di sisi lain, kebijakan ini juga menjadi tantangan bagi aparatur pemerintahan. Kinerja yang lemah, program yang tidak berdampak, serta anggaran yang tidak efektif akan mudah terlihat dan dipertanyakan masyarakat.


Pemerintahan Harus Siap Dinilai

Melalui kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pemerintahan tidak cukup hanya bekerja, tetapi juga harus siap dinilai. 

Transparansi anggaran menjadi instrumen penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.


**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Mengapa Kita Mengantuk Setelah Makan ?
Hari Bahasa Ibu Internasional 2026 Momentum Jaga Warisan Linguistik
Daegu Marathon 2026 "Daegu Siap Sambut Pelari dari Seluruh Dunia"
PON 2028 NTT-NTB Provinsi Penyangga untuk Efisiensi Fasilitas Olahraga
Zona Integritas Kunci Kepercayaan Publik pada KLH/BPLH
Menemukan Harta Karun Literasi di Perpustakaan Kota Daegu
Perjalanan Imersif Menjelajahi Peradaban Korea di Museum Nasional Daegu
Fokus pada 3T Pemerintah Perkuat Pendidikan di Wilayah Terpencil
Uji Pengetahuan PPG Guru PAI Angkatan 4 Digelar Kemenag
TVS Motor Indonesia Capai Produksi 1 Juta Unit Kendaraan
Industri Otomotif Nasional Siap Penuhi Kebutuhan Pick-up
Khutbah Jumat Meraih Kemuliaan Ramadan dengan Kejujuran dan Amanah
Dongeng Anak Narasinetwork "Adit dan Medali Pahlawan Puasa"
Gebrakan Besar di Jombang! Makan Bergizi Gratis Digelontorkan, Warga Berbondong-bondong Hadir
Peran Krusial Masyarakat dalam Kelancaran Program Makan Siang Gratis di Jombang
Esensi Ramadan Dari Balik Dapur Sederhana
Anti Ribet dan Stylish Memilih Overall Denim Jeans untuk Anak Aktif
Standar Hidup di Media Sosial Antara Impian dan Tekanan Nyata
Algoritma Baru Media Sosial Fokus pada Kualitas dan Dampak Bukan Hanya Viralitas
Strategi Media Sosial 2026 Fokus pada Video, Otomatisasi, dan Pengalaman Pelanggan