Dirut BUMD Bandung Daya Sentosa Dijebloskan ke Tahanan, Skema Bisnis Berujung Dugaan Korupsi Ratusan Milyar

Rabu, 15 Apr 2026 16:51
    Bagikan  
Dirut BUMD Bandung Daya Sentosa Dijebloskan ke Tahanan, Skema Bisnis Berujung Dugaan Korupsi Ratusan Milyar
Istimewa

Dirut PT BDS Yanuar saat digiring ke mobil tahanan Kejari Kabupaten Bandung

NARASINETWORK.COM - KAB. BANDUNG

– Skandal besar mengguncang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bandung. Direktur Utama PT Bandung Daya Sentosa (Perseroda), berinisial YB, resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung dalam kasus dugaan korupsi proyek supply ayam boneless dada (BLD) tahun 2024.


Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa (14/4/2026), bersamaan dengan diterbitkannya surat perintah penahanan. Langkah cepat ini mengindikasikan kuatnya alat bukti yang telah dikantongi penyidik.


Tak hanya YB, satu nama lain berinisial C Direktur Utama PT Cahaya Frozen Raya juga ikut terseret. Ironisnya, C diketahui sudah lebih dulu mendekam di Rutan Cipinang dalam perkara berbeda.


Bisnis “Dipaksakan”, Tanpa Infrastruktur dan Modal

Fakta paling mencolok dalam kasus ini adalah dugaan bahwa PT Bandung Daya Sentosa menjalankan bisnis besar tanpa kesiapan dasar. Perusahaan pelat merah ini disebut tidak memiliki rumah potong ayam, bahkan minim dukungan modal untuk menjalankan kerja sama.


Alih-alih membangun fondasi usaha yang sehat, BUMD ini justru menggandeng 19 vendor untuk menutup kebutuhan pasokan. Praktik ini memunculkan pertanyaan serius  apakah sejak awal bisnis ini memang sudah “dipaksakan”?


Skema pembayaran yang seharusnya berjalan normal dari PT Cahaya Frozen Raya ke PT BDS lalu ke vendor justru macet di tengah jalan.


Vendor “Digantung”, Utang Menggunung

Sejak September 2024, pembayaran kepada vendor mulai tersendat. Padahal, barang telah dikirim sesuai pesanan.


Akibatnya, PT BDS menanggung utang sekitar Rp127 miliar kepada 19 vendor. Para pelaku usaha yang seharusnya menjadi mitra justru berubah menjadi korban dalam rantai bisnis yang amburadul.


Situasi ini memunculkan dugaan kuat adanya kelalaian serius, bahkan potensi penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan perusahaan.


Tata Kelola Amburadul, Pengawasan Nyaris Nol

Hasil penyidikan mengungkap kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Bisnis bernilai ratusan miliar rupiah ini dijalankan tanpa prinsip tata kelola perusahaan yang baik.


Tidak ada manajemen risiko. Tidak ada kajian bisnis yang memadai. Bahkan, pengawasan internal nyaris tidak berjalan.

Lebih mengejutkan lagi, PT Bandung Daya Sentosa disebut belum memiliki atau menempatkan personel pada posisi strategis seperti Satuan Pengawas Internal maupun unit Manajemen Risiko.


Ini bukan sekadar kelalaian administratif melainkan indikasi lemahnya sistem yang membuka ruang lebar bagi terjadinya penyimpangan.

Kerugian Fantastis, Siapa Bertanggung Jawab?

Berdasarkan audit perhitungan kerugian keuangan, dugaan korupsi dalam proyek ini menyebabkan kerugian hingga Rp128.524.958.010.


Angka fantastis ini menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana proyek sebesar ini bisa berjalan tanpa kontrol yang memadai?


Kasus ini tak hanya menyeret individu, tetapi juga mencoreng wajah BUMD sebagai instrumen pembangunan daerah. Publik kini menanti, apakah penegakan hukum akan berhenti pada dua nama atau berlanjut membongkar aktor lain di balik skema ini.


Kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan BUMD di daerah. Ketika bisnis dijalankan tanpa kesiapan, tanpa pengawasan, dan tanpa akuntabilitas, yang terjadi bukan keuntungan melainkan potensi kerugian besar yang pada akhirnya membebani publik.


Kejaksaan memastikan penyidikan masih terus berkembang. Ada kemungkinan bukan hanya satu tersangka. 

**

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Cabang Madiun Perkuat Komitmen Berikan Pelayanan Terbaik
Langkah Nyata RSUD Majalaya & IDI Kabupaten Bandung Temukan Potensi Thalassemia Sejak Dini
NARASINETWORK.COM Jadi Media Partner FESPIN XIII 2026, Perkuat Publikasi Diplomasi Budaya Asia
Mentan Amran Realisasikan Bantuan Alsintan bagi Buruh Tani di Karawang
MTQ Nasional ke-31 di Semarang Bahas Keilmuan Al-Qur’an dan Transformasi Dakwah di Era AI
PMI Manufaktur Indonesia Turun Tipis pada Agustus 2026, Kemenperin Dorong Penguatan Industri dan Ekspor
Gencarkan Penertiban Pajak, Bapenda Kabupaten Bandung Gelar Operasi Gabungan 3 Hari
KDS Dukung Raperda Pornografi, Edukasi dan Pendampingan Anak Harus Diperkuat
Kawal Perubahan APBD 2026, Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten Bandung Tegaskan Anggaran Harus Bekerja untuk Rakyat
Tri Suhartanto ke Polresta Bandung, Rekam Jejaknya Penuh Lika-liku
Warga Jongor di Bandung, Turun Tangan Perbaiki Langsung Jalan yang Rusak
Penelusuran Rokok Ilegal di Kabupaten Bandung Mulai Diungkap, Satpol PP Gandeng Bea Cukai
Program Pentahelix Dibentuk, Camat Ciparay Dorong Mitigasi Sejak Dini
Pentahelix Dibentuk, Kapolsek Ciparay Siap Dukung dan Kawal Program Pemerintah
Reses Ala Ketua DPRD Kabupaten Bandung Hj. Reni Rahayu Fauzi Bersama Konstituen
Lampu Jalan Mati di Dekat Kantor PLN Baleendah, Keselamatan Pengendara Dipertaruhkan
Asep Ikhsan di Dikpol Demokrat Jabar: "Wakil Rakyat Tidak Cukup Hanya Hadir di Sidang!"
Perkuat Silaturahmi, Jajaran Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Bandung Gelar Lomba Rakyat yang Meriah
BBWS CimanCis Beri Santunan dan Bantuan Pendidikan untuk Keluarga Korban Pohon Tumbang di Cirebon
Reses Faisal Radi: Warga Soroti Bukti Nyata Pembangunan di Cangkuang