NARASINETWORK.COM - DILI, Perjalanan dari Kupang menuju Dili menjadi salah satu cara untuk melihat Pulau Timor dari dua sisi negara yang berbeda. Dengan jarak sekitar 400 kilometer, perjalanan ini memerlukan waktu antara 10 hingga 12 jam, bergantung pada kondisi lalu lintas dan proses pemeriksaan di kawasan perbatasan.
"Dari Kupang ke Dili, jalan ini tidak hanya menghubungkan dua tempat, tetapi juga masyarakat dan budaya."
Sejak layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) beroperasi secara rutin, akses darat antara Indonesia dan Timor-Leste semakin mudah dijangkau. Selain menawarkan biaya perjalanan yang lebih terjangkau dibandingkan transportasi udara, jalur ini memberikan kesempatan untuk menikmati perubahan suasana dari wilayah barat Pulau Timor hingga memasuki Dili.
Bus lintas negara berangkat setiap hari dari Terminal Tipe A Bimoku, Kupang, sekitar pukul 06.30 WITA. Beberapa operator yang melayani rute ini antara lain Perum DAMRI yang bekerja sama dengan PT Bagong serta Babadok Express dari Timor-Leste.
Armada yang digunakan umumnya dilengkapi pendingin udara dan kursi sandar. Beberapa unit juga menyediakan toilet. Tarif perjalanan berkisar antara Rp350.000 hingga Rp375.000 untuk layanan DAMRI dan Bagong. Sementara itu, Babadok Express menawarkan fasilitas tambahan seperti Wi-Fi, pengisi daya perangkat elektronik, serta minuman ringan dengan tarif antara USD40 hingga USD60.
Dari Kupang, perjalanan dimulai melalui Jalan Trans Timor menuju Atambua. Sepanjang rute, kendaraan melewati sejumlah wilayah seperti Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kefamenanu di Kabupaten Timor Tengah Utara. Hamparan perbukitan, padang rumput, serta permukiman penduduk menjadi pemandangan yang kerap terlihat dari balik jendela bus.
Memasuki Kabupaten Belu, perjalanan berlanjut menuju Pos Lintas Batas Negara Motaain. Di lokasi ini, seluruh penumpang diwajibkan turun untuk menjalani pemeriksaan dokumen dan barang bawaan sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah Timor-Leste.
Setelah menyelesaikan proses keimigrasian Indonesia, penumpang menuju Pos Imigrasi Batugade. Waktu pemeriksaan dapat berbeda setiap hari, tergantung jumlah pelintas yang sedang mengurus dokumen perjalanan.
Dari Batugade menuju Dili, jalur yang ditempuh mengikuti kawasan pesisir utara Timor-Leste. Di beberapa titik, garis pantai terlihat cukup dekat dengan jalan raya. Sementara di sisi lain, perbukitan khas Timor membentang hingga ke kejauhan. Rute ini melewati Distrik Liquica sebelum akhirnya tiba di Dili.
Bus umumnya berhenti di kawasan Timor Plaza yang berada di pusat aktivitas kota. Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju hotel, kawasan pemerintahan, pusat perbelanjaan, maupun tempat makan yang tersebar di berbagai sudut ibu kota.
Sebelum melakukan perjalanan, paspor wajib dipersiapkan sebagai dokumen utama. Karena ketentuan lintas batas dapat berubah sewaktu-waktu, calon penumpang disarankan memeriksa informasi terbaru melalui otoritas terkait atau perwakilan Timor-Leste.
Pengisian formulir bea cukai elektronik sebelum tiba di Batugade juga dapat membantu mempercepat proses pemeriksaan. Membawa air minum dan makanan ringan menjadi pilihan yang cukup praktis mengingat durasi perjalanan yang relatif panjang.
Setelah memasuki Timor-Leste, transaksi sehari-hari menggunakan dolar Amerika Serikat (USD). Menyiapkan uang tunai dalam pecahan kecil akan memudahkan pembelian kebutuhan selama perjalanan.
Bagi wisatawan yang ingin menginap sebelum keberangkatan, beberapa hotel berada tidak jauh dari Terminal Bimoku. Amaris Hotel Kupang berjarak sekitar empat kilometer dari terminal dan menjadi pilihan yang praktis untuk transit singkat. Hotel On The Rock Kupang menawarkan lokasi di kawasan pesisir Teluk Kupang, sedangkan Swiss-Belcourt Kupang dapat menjadi alternatif bagi pelancong yang ingin menghabiskan malam di sekitar Kelapa Lima.
Karena bus berangkat pada pagi hari, pemesanan transportasi menuju terminal sebaiknya dilakukan sejak malam sebelumnya. Beberapa hotel juga menyediakan sarapan kemasan bagi tamu yang harus berangkat lebih awal.
Perjalanan darat Kupang–Dili menghadirkan pengalaman yang berbeda dibandingkan penerbangan. Selain melintasi wilayah Indonesia dan Timor-Leste dalam satu perjalanan, rute ini memperlihatkan kehidupan masyarakat, kawasan perbatasan, serta bentang alam khas Pulau Timor yang berubah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
