Pameran Tunggal "Identity" Dewa Made Mustika di Talenta Pop-Up Gallery, Plaza Indonesia  

Jumat, 31 Oct 2025 14:52
    Bagikan  
Pameran Tunggal "Identity" Dewa Made Mustika di Talenta Pop-Up Gallery, Plaza Indonesia   
Talenta Pop-Up Gallery

Talenta Pop-Up Gallery di Plaza Indonesia menggelar pameran tunggal Identity karya Dewa Made Mustika, menampilkan perpaduan seni tradisi Bali dan ekspresi modern. Pameran ini dibuka pada 31 Oktober 2025. .

NARASINETWORK.COM - Talenta Pop-Up Gallery, yang berlokasi di Plaza Indonesia, Level 4, Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, dengan bangga mempersembahkan pameran tunggal bertajuk "Identity" karya seniman Dewa Made Mustika. Pameran ini dibuka pada hari ini, pukul 16.00 WIB, sebagai sebuah perayaan mendalam terhadap identitas budaya dan keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia.

Dewa Made Mustika, seorang seniman kelahiran Bali, dikenal luas atas eksplorasinya yang mendalam terhadap seni tradisi Bali yang dipadukan dengan ekspresi modern. Karya-karyanya mencerminkan perpaduan harmonis antara warisan budaya yang kaya dan interpretasi kontemporer yang relevan.

Acara pembukaan pameran ini diresmikan oleh Dr. H.C. Drs. Handaka Vijjananda, Apt., dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting di dunia seni dan budaya, termasuk penulis terkemuka Drs. Alexandri Luthfi R, M.S. Suasana semakin meriah dengan penampilan istimewa dari Dewa Galah, yang menambah semarak acara pembukaan.

Dewa Made Mustika lahir di Ubud, Bali, pada tanggal 25 Agustus 1974. Ia merupakan lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta pada tahun 2000. Perjalanan seninya dimulai pada tahun 1994 dengan partisipasinya dalam pameran di Art Center Denpasar, Bali.

Sejak saat itu, ia aktif berpameran, baik secara tunggal maupun bersama, di berbagai kota di Indonesia, termasuk Yogyakarta, Surakarta, Bali, Magelang, dan Jakarta. Pada tahun 1997, karyanya bahkan mendapat pengakuan internasional dengan dipamerkan di Shangri-La Hotel, Singapura.

Pameran "Identity" menampilkan serangkaian karya Dewa Made Mustika yang memadukan seni tradisi Bali dengan sentuhan modern, khususnya dalam aliran ekspresionisme. Idealisasi seninya tercermin dalam pemilihan tema dan simbol budaya yang kaya akan makna. Setiap lukisan adalah representasi visual dari identitas budaya yang mendalam, diinterpretasikan melalui perspektif modern.

Menurut Drs. Alexandri Luthfi R, M.S., Dewa Made Mustika memiliki keterbukaan terhadap keberagaman perspektif, yang memungkinkannya untuk berkomunikasi secara efektif dan menjaga konsistensi dalam berekspresi untuk identitas dirinya. Karyanya adalah cerminan dari kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Karya-karya Dewa Made Mustika dalam pameran "Identity" ini merujuk pada filosofi kebhinekaan, yang menjadi perekat sosial bagi keberagaman etnis di Nusantara. Kekuatan goresan kuasnya menciptakan dimensi rasa dan raga, meningkatkan kesadaran bahwa jiwa dan raga manusia membutuhkan ruang untuk mengelola rasa agar kualitas penciptaan karya seni tetap terjaga.

Penggunaan warna merah, kuning keemasan, serta hitam putih dalam lukisan-lukisannya memberikan kesan yang kuat dan impresif, sarat dengan simbol dan perlambang. Dewa Made Mustika juga dikenal dengan metode teknis yang cermat dan detail, susunan sapuan kuas serta cipratan cat yang tumpang tindih, meninggalkan jejak motif dan tekstur yang padat. Teknik ini memberikan kedalaman visual yang unik pada setiap karyanya.

Pameran ini terbuka untuk umum dan diharapkan dapat memberikan inspirasi serta apresiasi yang lebih dalam terhadap seni dan budaya Indonesia.


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan