Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman

Selasa, 21 Apr 2026 21:05
    Bagikan  
Kartini di Era Digital Menjaga Nilai Tata Krama di Tengah Kemajuan Zaman
Nana Wiyono

Semangat Kartini di era digital menuntut keseimbangan antara kecerdasan dan budi pekerti. Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia dari kami, Narasinetwork.com

NARASINETWORK.COMJAKARTA, Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan hak pendidikan dan kesetaraan bagi kaum wanita. Di masa lalu, perjuangan tersebut dilakukan dengan penuh kesabaran, kehalusan budi pekerti, dan bahasa yang santun meski ditujukan untuk perubahan besar. Kini, ketika zaman telah bergeser ke arah teknologi dan informasi, pertanyaan yang kerap muncul adalah apakah semangat tersebut masih dapat berjalan beriringan dengan pelestarian nilai tata krama, atau justru terkikis oleh derasnya arus informasi yang serba bebas.

Era digital membuka peluang yang sangat luas bagi setiap individu untuk bersuara, berkreasi, dan menyampaikan pendapat. Ruang maya menjadi panggung baru di mana gagasan dapat disebarluaskan dalam hitungan detik. Kondisi ini sejatinya sejalan dengan cita-cita yang menginginkan kaum wanita cerdas, berwawasan luas, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Namun, kemudahan akses ini juga membawa tantangan tersendiri. Tanpa disadari, batasan antara sopan santun dan kebebasan berekspresi kerap menjadi kabur.

Di berbagai platform media sosial, sering kali ditemukan pola komunikasi yang cenderung kasar, cepat menghakimi, atau menggunakan bahasa yang tidak mencerminkan kehalusan budi. Interaksi yang seharusnya membangun justru berubah menjadi ajang perdebatan yang tidak sehat. Fenomena ini menimbulkan keraguan: apakah di tengah kemajuan teknologi ini, nilai-nilai kesopanan yang dijunjung tinggi oleh para pendahulu masih mendapatkan tempat yang layak?

Jawabannya terletak pada bagaimana setiap individu memposisikan diri. Menjadi modern dan melek teknologi tidak harus berarti meninggalkan adab. Justru, di tengah kebebasan yang ditawarkan oleh dunia maya, kehadiran tata krama menjadi sangat penting sebagai penyeimbang. Pemikiran yang maju akan menjadi lebih bermartabat apabila disampaikan dengan bahasa yang santun, argumentasi yang jelas, dan sikap yang menghargai lawan bicara, meskipun terdapat perbedaan pendapat.

Menjaga tata krama di era digital bukan berarti membatasi kebebasan atau menjadi kaku. Hal ini lebih kepada bagaimana menggunakan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap kata yang ditulis dan setiap informasi yang dibagikan hendaknya tetap memerhatikan norma kesopanan serta tidak melukai hati pihak lain. Keteguhan untuk tetap beradab di ruang publik maya adalah bentuk nyata pewarisan semangat yang tidak hanya pandai, tetapi juga berbudi luhur.

Oleh sebab itu, tantangan bagi generasi masa kini adalah mampu menyesuaikan diri tanpa kehilangan jati diri. Sosok Kartini di era modern adalah yang tetap teguh memegang prinsip kesopanan, namun tetap tangkas dalam memanfaatkan kemajuan zaman. Dengan demikian, perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa akan tetap berjalan, disertai dengan keanggunan sikap yang menjadi ciri khas budaya luhur bangsa. 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026