Mentan "Penjualan Pangan di Atas HET Jelang Nataru Tidak Ditolerir"

Jumat, 19 Dec 2025 02:36
    Bagikan  
Mentan "Penjualan Pangan di Atas HET Jelang Nataru Tidak Ditolerir"
Istimewa

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir penjualan komoditas pangan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

NARASINETWORK.COM - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi bagi pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjelang musim perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun 2025/2026. Penindakan akan segera dilakukan jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan harga yang telah ditetapkan.

Pernyataan ini disampaikan Mentan Amran setelah mengikuti Rapat Koordinasi Stabilisasi Pengendalian Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru. Dalam pertemuan tersebut, pihak pemerintah dan seluruh pelaku usaha di sektor pangan telah mencapai kesepakatan untuk bersama-sama menjaga harga komoditas tetap sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Kita bersama seluruh asosiasi yang bergerak di bidang pangan sepakat, jangan ada menjual harga di atas HET. Itu kesepakatan kita yang pertama. Yang kedua, kita tetap menjaga harga di tingkat konsumen,” ujar Mentan Amran pada Kamis kemarin (18/12/2025).

Sebagai juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Mentan Amran menekankan bahwa masa imbauan terhadap pelaku usaha telah berakhir. Pemerintah kini akan mengedepankan langkah-langkah tegas melalui upaya pengawasan yang lebih ketat dan penindakan langsung di lapangan oleh petugas yang ditugaskan.

“Saya sampaikan semua jangan melanggar HET. Jika melanggar HET, kita tindak. Bukan lagi imbauan. Masa imbauan sudah selesai. Kalau melanggar HET, kita tindak dan Satgas Pangan langsung turun,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, langkah penegakan HET ini didukung oleh kondisi pasokan pangan nasional yang sangat mencukupi. Seluruh komoditas strategis telah dipastikan tersedia dalam jumlah yang aman, sehingga tidak ada alasan bagi harga komoditas untuk mengalami kenaikan yang tidak wajar.

“Semua stok lebih dari cukup. Ayam, telur, daging cukup. Yang paling penting beras, alhamdulillah bahkan harganya turun. Minyak goreng juga cukup, bahkan lebih dari cukup karena kita produsen terbesar dunia,” jelas Mentan Amran.

Ia menyebutkan bahwa seluruh asosiasi yang berada di sektor pangan telah menyampaikan komitmen yang sama, yakni menjaga kelancaran pasokan dan stabilitas harga selama momentum Nataru berlangsung. Komitmen ini menjadi dasar penting untuk memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat di seluruh pelosok negara.

“Semua asosiasi mengatakan stok cukup. Saya katakan tegas, enggak boleh naik. Kalau naik, kita tindak,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa kebijakan penegakan HET menjelang Nataru ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan pada seluruh rantai pangan, mulai dari tahap hulu hingga hilir. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam rantai pasokan pangan mendapatkan manfaat yang adil.

“Kita ingin petani tetap sejahtera, pedagang memperoleh keuntungan wajar, dan konsumen tidak dirugikan,” jelasnya.

Menurutnya, tujuan utama dari langkah-langkah yang diambil adalah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi semua pihak. “Kesimpulannya jelas, petani bahagia, pedagang untung, konsumen tersenyum. Itu kesepakatan kita,” kata Mentan Amran.

Pemerintah telah memastikan bahwa upaya pengawasan terhadap harga dan ketersediaan komoditas pangan akan diperketat selama periode perayaan Natal dan Tahun Baru. Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga dengan baik, sehingga masyarakat dapat merayakan hari besar dengan tenang dan nyaman.

 

 

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Lomba Melukis Bung Karno dan Megawati Meriahkan Bung Karno Festival 2026 di Tugu Proklamasi Jakarta
Mahakarya Randai 4 "Bujang Sambilan" Hidupkan Legenda Danau Maninjau Di Taman Ismail Marzuki Jakarta
Kemenpora RI Apresiasi MCGJWC 2026 Dukung Pembinaan Atlet Golf Junior Internasional
Pameran Tunggal Andri Wintarso di Perpusnas Tampilkan Lebih dari 40 Karya Bertema Art Therapy
Kupang–Dili Perjalanan Darat Menembus Perbatasan Motaain dan Batugade
Dili 2026 Menata Perekonomian di Tengah Integrasi ASEAN
Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan