Delegasi IIS di Borobudur Meneladani Kerukunan dari Tokoh Buddhis

Selasa, 18 Nov 2025 15:17
    Bagikan  
Delegasi IIS di Borobudur Meneladani Kerukunan dari Tokoh Buddhis
Istimewa

Delegasi Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025 mengunjungi Candi Borobudur untuk mempelajari akar kerukunan Indonesia dari tokoh Buddhis.

NARASINETWORK.COM - Delegasi Indonesian Interfaith Scholarship (IIS) 2025 melanjutkan program di Jawa Tengah dengan mengunjungi Candi Borobudur, Sabtu lalu (15/11/2025). Situs warisan dunia UNESCO ini merupakan pusat pembelajaran spiritual Buddhis di Indonesia.

Para peserta dari Austria mendapatkan penjelasan mengenai sejarah, arsitektur, filosofi, serta peran Borobudur sebagai simbol kerukunan lintas budaya Nusantara. Pemandu menerangkan bahwa Borobudur dibangun pada abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra sebagai mandala yang menggambarkan perjalanan menuju pencerahan. Struktur bertingkatnya melambangkan perjalanan manusia meninggalkan keduniawian menuju kesempurnaan batin.

"Relief cerita Jataka dan Lalitavistara menjadi bukti ajaran moral Buddhis telah lama hidup berdampingan dengan budaya lokal Jawa," jelas pemandu.

Usai berkeliling Borobudur, delegasi IIS berdiskusi dengan tokoh Buddhis setempat untuk memahami praktik kerukunan yang tumbuh di masyarakat. Candi Borobudur di Kabupaten Magelang menjadi contoh keberagaman Indonesia. Pemandu wisata yang sebagian besar beragama Islam mampu menjelaskan detail arsitektur mandala, kisah Jataka, hingga nilai spiritual Buddhis. Ini menunjukkan pengetahuan lintas agama telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia internasional, khususnya para delegasi IIS, bahwa Borobudur menjadi jembatan membangun kerukunan antarumat beragama," kata Hery Susanto, Kepala Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan di PKUB.

Dalam diskusi, Bhante Subhacaro menjelaskan bahwa kerukunan di Indonesia berakar pada filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan ini menjadi landasan masyarakat Indonesia untuk hidup damai meski berbeda etnis dan agama.

“Indonesia damai karena memegang Bhinneka Tunggal Ika. Kita berbeda, tetapi satu dalam kemanusiaan. Kesadaran ini membuat umat beragama hidup berdampingan dan saling menghormati,” ujarnya.

Menurut Bhante, kerukunan di Indonesia bukan hanya teori, tetapi tercermin dalam kehidupan sosial. Tempat ibadah berdekatan, masyarakat bergotong-royong, dan perbedaan menjadi kekuatan.

Bhiksu Samantha Kumala menjelaskan bahwa Buddhisme Mahayana, yang berkembang di Indonesia, menekankan welas asih universal (karuna) dan kebahagiaan bagi semua makhluk.

“Ajaran Mahayana mengajak mengembangkan cinta kasih tanpa batas, termasuk kepada yang berbeda keyakinan. Nilai ini relevan dengan kehidupan berbangsa," jelasnya.

Ia menambahkan, praktik spiritual dalam Mahayana fokus pada pembentukan karakter melalui empati, saling memahami, dan perdamaian.

Melalui kunjungan dan dialog ini, peserta IIS diharapkan memahami bagaimana nilai agama, budaya lokal, dan filosofi kebangsaan membentuk kerukunan di Indonesia.

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Asal Muasal Nama Cipadu Dari Pengguyangan Kerbau hingga Kawasan Jawara Lokal
Pemerintah Australia Dukung Perkuatan Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia Melalui Beasiswa Australia Awards
Capaian UHC Kota Tangerang Tahun 2025 Capai 100,71 Persen, 395.187 Warga Dibiayai Iuran BPJS oleh Pemkot
Tugo Coffee Hidden Gem Kafe Premium dengan Konsep Homey di Kota Tangerang
Pentas Seni STAR "Shine Through Talent and Art" MTs Negeri 1 Kota Tangerang Sukses Digelar
Pemkot Tangerang Terbitkan 26.922 NIB Gratis Sepanjang 2025 Dukung Pertumbuhan UMKM
TP PKK Jakpus Bersama IIDI Cabang Jakpus Gelar Peringatan Hari Ibu 2025
Pemkot Tangerang Apresiasi Kegiatan Bekam Bersama Masyarakat Gratis RW 01 Cipadu
SPI KPK RI, Bupati Kang DS: Kabupaten Bandung Zero Korupsi
Kang DS Dukung Inisiatif Konversi Hutan Jadi Taman Hutan Raya Untuk Lindungi SDA
Kementan Lanjutkan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Tahap III Dikirim Menggunakan KRI Makassar
Wamenag Siapkan Opsi Pembelajaran Daring dan Perbaikan Sarana Ibadah untuk Korban Banjir Jelang Natal
Presiden Prabowo Lakukan Pemantauan Berkelanjutan Penanganan Bencana di Langkat Sumatera Utara
Hitung Mundur 6 Bulan Menuju Piala Dunia FIFA 2026 Meksiko Siap Menyambut Penggemar Sepak Bola Dunia
Festival Polandia Edisi Ke-6 2025 Sukses Dorong Ekspor Pangan Polandia ke Indonesia
Ingin Berhenti Kontrak Rumah? Paraland Dukuhdalem Kuningan Tawarkan Perumahan Bersubsidi DP Rp0
Porseni GTKPG Tahun 2025 Ajang Kolaborasi dan Pembiasaan Budaya Hidup Sehat di Lingkungan Pendidikan
DJBC Resmikan Alat Pemindai Peti Kemas dan Inovasi Digital di Pelabuhan Tanjung Priok
Jelang Natal 2025 Binroh Kristiani Pemkot Jakarta Pusat Gelar Acara dengan Pesan Kedamaian
Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri Memperkuat Koordinasi Persiapan Operasi Angkutan Nataru 2025/2026