Eksplorasi Tanah Kanekes: Kehidupan Adat dan Kelestarian Alam

Sabtu, 22 Feb 2025 10:06
    Bagikan  
Eksplorasi Tanah Kanekes: Kehidupan Adat dan Kelestarian Alam
Riyadi Oyad

Cibeo adalah jantung Tanah Kanekes, Riyadi Oyad menemukan bahwa kekayaan bukan hal yang dapat kita ukur dari apa yang sudah kita miliki, tapi kekayaan adalah hal yang sudah ada dan harus kita rawat,

NARASINETWORK.COM - Banten, Tanah Kanekes, yang lebih dikenal sebagai Baduy, merupakan kawasan yang menyimpan kekayaan budaya dan keunikan ekosistem yang patut diteliti. Kehidupan masyarakat Baduy, dengan kearifan lokal dan sistem pelestarian alamnya yang terjaga, menjadikannya subjek studi yang menarik bagi para antropolog, ekolog, dan pemerhati budaya. Laporan perjalanan berikut ini memaparkan pengalaman Riyadi Oyad dalam eksplorasi kawasan tersebut, menyoroti aspek-aspek penting dari kehidupan masyarakat Baduy.

Perjalanan Riyadi Oyad dimulai di Baduy Luar. Setelah melewati gerbang selamat datang, ia melanjutkan perjalanan darat menuju Baduy Dalam melalui jalur Ciboleger ke Cibeo, sebuah perjalanan yang memakan waktu sekitar enam jam. Ia didampingi oleh Ayah Kenan, seorang warga Baduy Dalam, dan tim dari @jejak_Baduy. Perjalanan tersebut menuntut kemampuan fisik yang memadai, melewati medan yang beragam, termasuk bukit, aliran sungai, dan jembatan bambu.

Kehidupan di Baduy Dalam menawarkan kontras yang signifikan dengan kehidupan modern. Tanpa akses listrik dan teknologi modern, masyarakat Baduy mempertahankan tradisi dan kearifan leluhur mereka. Kesederhanaan dan keselarasan mereka dengan alam menjadi ciri khas kehidupan sehari-hari. Riyadi Oyad mengamati ketentraman dan kedamaian yang menyelimuti masyarakat yang hidup tanpa terbebani oleh ambisi materialistik. Di Cibeo, pusat pemerintahan adat Baduy Dalam, ia menyaksikan bagaimana masyarakat tersebut memaknai kekayaan, bukan semata-mata dari segi materi, melainkan dari kearifan, kesyukuran, dan pelestarian alam.

Sistem perhitungan waktu dan budaya masyarakat Baduy memiliki kekhasan tersendiri. Mereka menggunakan penamaan bulan tradisional untuk menentukan tahun, tidak mengenal tanggal lahir spesifik, dan memiliki aturan pembangunan rumah yang menjaga kelestarian kontur tanah. Komunikasi mereka pun mencerminkan nilai-nilai kearifan lokal; mereka hanya berbicara jika ditanya atau diminta, menunjukkan kerendahan hati dan penghormatan terhadap norma-norma sosial.

Kunjungan Riyadi Oyad ke Baduy Dalam terbatas pada dua malam, sehingga ia belum dapat mengeksplorasi sepenuhnya desa Cikertawarna dan Cikeusik, serta belum dapat mengamati secara langsung Arca Domas dan Sasaka Pusaka Buana. Ia berharap dapat memperoleh izin dari Puun, pemimpin tertinggi masyarakat adat Baduy, untuk melakukan penelitian lebih lanjut di masa mendatang.

Berdasarkan pengalamannya, Riyadi Oyad menekankan bahwa Tanah Kanekes bukanlah semata-mata objek wisata, melainkan kawasan yang kaya akan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang patut dipelajari dan dihargai. Perjalanan ini memberikan pembelajaran berharga tentang pentingnya pelestarian budaya, kehidupan sederhana, dan harmoni antara manusia dan alam. Tanah Kanekes merupakan warisan budaya yang perlu dilindungi dan di lestarikan untuk generasi mendatang.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Kuota TPA Sari Mukti Habis, Pengangkutan Sampah di Wilayah 4 Kabupaten Bandung Terhenti, Ancaman Penumpukan
BPBD Kabupaten Bandung Percepat Distribusi Air Bersih, Gandeng PMI hingga PDAM Tangani Dampak Kekeringan
DPD APPSI Kabupaten Bandung Periode 2026-2031 Resmi Dikukuhkan, Berikut Nama-nama Pengurusnya
Dalam Rangka HUT RI, PDAM Tirta Raharja Luncurkan Program Subsidi Untuk Warga Masyarakat, Ini Penjelasannya
'Viralkan, Saya Kasih Hadiah!' Dedi Mulyadi Tantang Warga Bongkar Penjual Tramadol dan Miras Ilegal di Jabar
Riani Pemulung "A Mother from Tegal Turning a Simple Hut into a Place of Learning"
Bakso Abang-Abang Kuliner Sederhana dengan Rasa yang Sulit Dilupakan
Indonesian Stars Agnez Mo and Anggun C. Sasmi Join Reacher Season 4 as Powerful Antagonists
PLKI UPQ Ciawi Bogor Menyusuri Sejarah Percetakan Al-Qur’an Indonesia
Muharam Islamic Literacy Festival 1448 H, Hadirkan Literasi, Layanan Sosial, dan Wisata Edukasi Al-Qur'an
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Rangkaian Peringatan HUT Ke-81 RI, Perkuat Persatuan dan Akhlak Bangsa
Kang Andhy Daftar Calon Ketua PWI Jabar 2026, Usung Program Kesejahteraan Wartawan
Kepergian Nasirun Perupa dengan Jejak Panjang di Seni Rupa Indonesia
Transcendental Lyrical Mysticism A New Philosophical Aesthetic in Literature Liauw Pauw Phing
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Hadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf dan Tokoh Lintas Agama
Wali Kota Padang Lepas Tim Safari Puisi Empat Negara Satupena Sumbar dan Sumbar Talenta
Safari Puisi Empat Negara Resmi Digelar Satupena Sumbar, Sumbar Talenta Perkenalkan Karya Sastra di Malaysia
Arif Onelegz "Rising Beyond Limits"
Registrasi SIM Biometrik Hadirkan Bilik Khusus Pengguna Berhijab, Komdigi Pastikan Privasi Pelanggan Terjaga
Polresta Bandung Bongkar Jaringan Narkoba, Ada 105 Kasus Dalam Waktu Dua Bulan