Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Mendukung Program Makan Bergizi di Palembang

Minggu, 15 Jun 2025 17:20
    Bagikan  
Pemberdayaan Pelaku UMKM dalam Mendukung Program Makan Bergizi di Palembang
Dok. Tim MBG

Pemberdayaan Pelaku Usaha Daerah/UMKM/Masyarakat dalam Mendukung Program Makan Bergizi di Palembang

NARASINETWORK.COM - Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional (BGN) gelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama dua hari 12-13 Juni 2025 di Palembang. Program Makan Bergizi Gratis merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia emas 2045.

Kegiatan Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) dari Badan Gizi Nasional (BGN) ini bertempat di Hotel Luminor, Palembang. BGN merupakan lembaga yang ditunjuk pemerintah sebagai mitra dalam memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis.

Kegiatan Direktorat PPM ini dihadiri oleh Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana, Deputi Promosi dan Kerja Sama BGN Nyoto Suwignyo. Tak hanya itu acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh beberapa dinas terkait yang juga memeriahkan kegiatan PPM ini.

Baca juga: Jelang Hari Pelanggan, PLN dan Pemkab Garut Perkuat Sinergi Jaga Keandalan Listrik

Direktur Direktorat Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan sebagai percepatan penerima manfaat dari program MBG.

“Berdasarkan data yang ada penerima manfaat non peserta didik dari 3B yakni ibu menyusui, ibu hamil, dan balita masih rendah,” ucap Tengku Syahdana.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola yang profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.

“APBD tidak akan mampu untuk mengcover program MBG karena 30%nya untuk belanja pegawai, kita harus berkolaborasi dengan stakeholder. Program MBG tak difokuskan untuk investasi, jadi tidak boleh mencari keuntungan,” tambahnya.
“Saat ini kebutuhan pangan untuk program makan bergizi dapat disediakan 10% dan 90% nya masi butuh bantuan dari luar,”

Baca juga: Gusra Farnita, Guru SD, dan Dyima Guszita, Siswa SMA, Raih Juara Lomba Menulis Surat Guru dan Siswa se-Sumbar

Sementara itu, Deputi Promosi dan Kerja Sama Nyoto Suwignyo menyampaikan bahwa BGN membutuhkan dukungan stakeholder terkait seperti Pemerintah Pusat, Daerah, Swasta, Perguruan Tinggi, serta media massa.

“Penerima bantuan program MBG memang fokus pada peserta didik, tetapi juga menyasar kelompok rentan lainnya seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Penerapan program di lapangan mungkin belum menyeluruh, dan pemerintah terus berupaya untuk menjangkau semua kelompok yang membutuhkan,” Nyoto.

Para Investor diharapkan tidak hanya fokus kepada dapur, namun juga harus melihat peluang dalam hal bahan baku. Selain itu, Koperasi harus menjadi ekosistem pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha dalam mendukung program MBG.

Baca juga: Detik-detik Bersejarah Taman Safari Indonesia Jalankan Inseminasi Panda Raksasa 

Program MBG tentunya akan membutuhkan penguatan ataupun kolaborasi lintas sektor seperti lembaga atau pihak terkait di daerah yang memiliki pemahaman yang sama dan komitmen kuat dalam implementasi program MBG mengingat gizi adalah urusan bersama yang harus dibenahi.

Koordinasi antara BGN, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan akan saling bersinergi demi kelancaran program MBG.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pendidikan Sumsel Poniyem menyampaikan bahwa untuk kota Palembang baru ada sekitar 10,58 persen dari 1 juta siswa (belum termasuk pesantren) yang menjadi penerima manfaat dari program MBG.

Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan kedepannya penerima manfaat program MBG menjadi lebih luas dengan menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Baca juga: Diskusi Buku "Sitti Manggopoh" di LKBN ANTARA Biro Padang

Meski begitu, BAPEDA Sumsel mencatat angka stunting di wilayahnya mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Penurunannya mencapai 4 persen dari 20 menjadi 15,55 persen. Kedepannya diharapkan angka stunting turun drastis dengan adanya program MBG.
Menariknya, Palembang menjadi daerah yang berperan aktif dalam menghidupi dapur sehat. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kota Palembang mencatat bahwa Sumsel telah mensupply 3000 Ton daging ke daerah banten, dan Jakarta serta 180 – 250 Ton dikirim ke Jawa barat untuk kebutuhan Dapur MBG.

Badan Gizi Nasional berkomitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak guna mewujudkan program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi nyata bagi masa depan generasi penerus bangsa.

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Hidangan Khas Malam Satu Suro dan Jejak Tradisi Tahun Baru Jawa
Malam Satu Suro 2026 Sejarah Penetapan Kalender Jawa, Makna Peringatan, dan Tradisi yang Masih Dilestarikan
Indonesia-Qatar Siapkan Peringatan 50 Tahun Hubungan Diplomatik
Garuda Muda U-12 dan U-14 Wakili Indonesia pada AFC Vietnam Hanoi International 2026
RSUD Majalaya Menggelar Review Standar Pelayanan Lama dan Sosialisasi Standar Pelayanan Baru Bedah Saraf
Kopaja dalam Lintasan Sejarah Transportasi Jakarta
Direktorat Kebudayaan UI Peringati Malam 1 Suro melalui Ritual Budaya dan Refleksi Diri
Kisruh PCMB SPMB 2026 di Jabar, Fortusis Minta Investigasi Menyeluruh dan Evaluasi Sistem
Tahun Baru Islam 1448 H Menteri Agama Dorong Penguatan Dialog dan Kepedulian Sosial
Menjaga Nyala di Balik Kedaton Transisi Kebudayaan Ternate di Tangan Sultan ke-49
Apakah Aman Makan Telur Setiap Hari?
Peran Media Partner Dorong Keberhasilan Penyelenggaraan IMLF-4
Ananda Sukarlan Padukan Musik Portugal dan Tanah Airku untuk Film Dokumenter Rainha Boki Raja
PP TUNAS Mengatur Akses Digital Anak Demi Keamanan dan Pertumbuhan
Kisah Rainha Boki Raja Pemutaran Film dan Diskusi Sejarah di Galeri Nasional Indonesia
Lepas Bapenda Bedas Run, KDS Ajak Warga Tingkatkan Kepatuhan Pajak
PCMB SPMB Jabar 2026 Diumumkan, Sistem Dikeluhkan Eror dan Sulit Diakses
DMDI Tiongkok Usulkan Aksara Jawi untuk Ikon Kota Bukittinggi
Kualitas Suara dan Kenyamanan Menjadi Alasan Walkman Sony Tetap Diminati
Pergeseran Teknologi Bawa Dampak pada Keberlangsungan Radio Konvensional