Program Makan Bergizi Gratis Hadir Kembali di Kota Cirebon, Dorong Kemandirian Gizi Anak

Selasa, 28 Oct 2025 08:24
    Bagikan  
Program Makan Bergizi Gratis Hadir Kembali di Kota Cirebon, Dorong Kemandirian Gizi Anak
Dok. Tim MBG

Program Makan Bergizi Gratis Hadir Kembali di Cirebon, Dorong Kemandirian Gizi Anak

NARASINETWORK.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN). Program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Andalus City, Cirebon, pada Minggu (26/10). Kegiatan sosialisasi untuk memperluas implementasi program MBG ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani, Anggota DPRD Kota Cirebon, Karso, dan perwakilan Badan Gizi Nasional, Tati Herlia.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani menekankan bahwa program MBG merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Kembali Hadir di Blitar, Tekankan Kebermanfaatan bagi Masyarakat

“DPR memiliki tanggung jawab memastikan program ini memiliki dasar hukum yang kuat dan pelaksanaannya merata hingga ke daerah. Pengawasan dilakukan agar kualitas gizi, transparansi pendanaan, dan keamanan penyediaan makanan terjaga,” ujarnya.

Netty juga menambahkan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat soal makanan sehat. Tak hanya itu, Netty juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Makanan bergizi tidak harus mahal atau dibeli dari restoran. Dari rumah pun kita bisa mulai kebiasaan makan bergizi. Mari ubah pola konsumsi mulai dari dapur sendiri,” katanya.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Rahayu Bandung, Cetak Generasi Sehat dan Berdaya Saing

 Sementara itu, Anggota DPRD Kota Cirebon, Karso, menjelaskan bahwa peran DPR tidak hanya mengawal kebijakan, tetapi juga memastikan program MBG berkontribusi terhadap ekonomi lokal.

“Regulasi yang disusun tidak hanya soal distribusi pangan, tetapi juga bagaimana program ini memperkuat pertanian, perikanan, dan UMKM daerah. Dengan begitu, MBG menjadi penggerak ekonomi berbasis komunitas,” jelasnya.

Dari sisi pelaksanaan teknis, Tati Herlia, dari Badan Gizi Nasional menuturkan bahwa program ini dijalankan dengan sistem pengawasan digital agar penyaluran tepat sasaran dan merata.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Hadir di Desa Rahayu Bandung, Cetak Generasi Sehat dan Berdaya Saing

“Menu disusun ahli gizi dengan bahan lokal agar selain memenuhi nutrisi anak, juga mendorong ekonomi daerah. Melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini membuka lapangan kerja baru dan memperkuat rantai pasok pangan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan MBG di Jawa Barat, termasuk Cirebon, membutuhkan dukungan bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. “Dengan kolaborasi yang baik, manfaat MBG akan terasa nyata, berkelanjutan, dan menjadi investasi penting bagi generasi emas 2045,” tutupnya.

 

Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

Film 'Para Perasuk (Levitating)' Wakili Indonesia dalam Ajang Sundance Film Festival 2026
Delegasi Uni Eropa dan AJI Gelar Lokakarya Perwakilan Polandia Berpartisipasi
FIFA Kunjungi Indonesia dengan Trofi Piala Dunia 2026 Menpora Erick Thohir Apresiasi Dukungan
Indonesian Ambassador Welcomes CMUNCE 2026 Delegation from SMA Lab School Cibubur
Kemkomdigi Sabet Peringkat Keempat Nasional dalam Penilaian Kualitas Layanan Publik
Peran Strategis Data Dukcapil Diumumkan Mendagri dalam Pertemuan Tahunan PPATK
Advancing National Competitiveness Cabinet Analyses Indonesia-UK Academic Partnerships
Wawancara Tokoh : Rini Intama "A Touch of Heritage by Dinayra Indonesian Wastra in Modern Fashion"
A Touch of Heritage by Dinayra Mengangkat Warisan Budaya dalam Desain Busana
POR DPRD Dimulai, Eksekutif dan Legislatif Bagai 2 Sisi Mata Uang
19 Kontributor Pajak Terbesar 2025, Diberi Hadiah Bapenda Kabupaten Bandung
Hadapi Pengurangan TKD Hampir Rp 1 Triliun, Bupati Bandung : Coret Belanja yang Tidak Penting!
Pemkab Bandung Teken SEB Penyelenggaraan Informasi Geospasial, Perkuat Integrasi Data Pembangunan
Targetkan 40 Ribu Bidang, Kakan ATR/BPN Kabupaten Bandung Lantik dan Ambil Sumpah Panitia Ajudikasi dan Satgas
Breaking News! Ekspose APBDes 2026 Perdana Digelar di Kecamatan Ciparay
Insomnia Mengapa Sulit Tidur dan Bagaimana Mengatasinya?
Museum Sastra Indonesia Resmi Beroperasi di Aia Angek Kegiatan Literasi Hadirkan Pelajar dan Sastrawan
Singapore Art Week 2026 Hadirkan Tokoh Internasional Program Seni Beragam
Kelme Asal Spanyol Jadi Mitra Apparel Timnas Indonesia dan Timnas Futsal
Australia Highlights New Colombo Plan on International Day of Education Focus on Asia Capability