"2025": Pameran Tunggal Yaksa Agus Menggali "Estetika Palsu" dan Perjuangan Melawan Hemofilia

Sabtu, 18 Oct 2025 21:30
    Bagikan  
"2025": Pameran Tunggal Yaksa Agus Menggali "Estetika Palsu" dan Perjuangan Melawan Hemofilia
Yaksa Agus

Pameran tunggal 2025 karya Yaksa Agus di Jakarta menampilkan karya-karya yang mengeksplorasi pengalamannya sebagai penyintas Hemofilia melalui konsep Estetika Palsu.

NARASINETWORK.COM - Beberapa waktu lalu, NARASINETWORK.COM mewawancarai Yaksa Agus, seorang penyintas Hemofilia. Jarak antara Jakarta dan Yogyakarta terwakili dalam dialog nirkabel. Sabtu sore ini menjadi kesempatan bagi NARASINETWORK.COM untuk menyambangi Ruang Garasi, memenuhi undangan bapak Yaksa Agus di pameran tunggalnya. Dunia virtual menjelma menjadi pertemuan nyata bagi kami.

"Dalam karya Yaksa Agus, kita menemukan paradoks yang memukau: rasa sakit menjadi sumber kreativitas, dan keterbatasan menjadi pendorong inovasi. Ia adalah alkemis seni yang mengubah penderitaan menjadi emas." 

Sebuah pameran tunggal yang sangat dinanti, bertajuk "2025," yang menampilkan karya-karya terbaru dari seniman Yaksa Agus, telah resmi dibuka pada Sabtu, 18 Oktober 2025, di RUANG GARASI yang berlokasi di Jakarta Selatan. Pameran ini menjanjikan sebuah perjalanan mendalam ke dalam pengalaman pribadi sang seniman dalam menghadapi Hemofilia, sebuah kondisi genetik yang memengaruhi pembekuan darah, melalui lensa konsep provokatif yang dikenal sebagai "Estetika Palsu" (Fake Aesthetic).

Baca juga: Yaksa Agus: Seniman Penyintas Hemofilia, Mengolah Pengalaman Lewat Seni

Acara pembukaan diramaikan oleh kehadiran tokoh-tokoh penting dari kalangan seni, akademisi, serta ahli dan pemerhati kesehatan. Di antara para tamu kehormatan, hadir Dr. Melani W. Setiawan dan Ir. Zumar Muzammil, yang bertindak sebagai tuan rumah acara tersebut. Mayek Prayitno, kurator pameran, memberikan presentasi yang kaya dan informatif mengenai latar belakang artistik dan kerangka konseptual yang mendasari karya-karya Yaksa Agus.

Pembukaan pameran "2025" dihadiri oleh berbagai figur berpengaruh dari dunia seni, akademisi, dan kalangan profesional di bidang kesehatan.

Yaksa Agus, yang dikenal sebagai seniman-kurator dan juga seorang penyintas Hemofilia A, mempersembahkan serangkaian karya seni yang kuat dan menggugah pikiran, yang secara mendalam mengeksplorasi kompleksitas kehidupan dengan kondisi medis yang menantang.

Baca juga: Wawancara Tokoh : Yaksa Agus - Dari Stigma Hemofilia Menuju Ketahanan dan Kreativitas

Melalui penggunaan humor satiris yang cerdas, sarkasme yang tajam, dan deformasi figuratif yang mengingatkan pada gaya kartun, sang seniman mengundang para penonton untuk merenungkan berbagai dilema, paradoks, dan oksimoron yang melekat dalam kehidupan seorang seniman yang bergulat dengan penyakit kronis.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Yaksa Agus berbagi, "Pameran ini adalah puncak dari perjalanan panjang saya dalam menerima dan sepenuhnya memahami kondisi Hemofilia yang telah menjadi bagian dari hidup saya. Melalui seni, saya berusaha untuk mengubah rasa sakit dan kecemasan yang seringkali menyertai kondisi ini menjadi sesuatu yang lebih bermakna, sesuatu yang dapat menginspirasi dan dinikmati oleh orang lain."

Siput atau bekicot adalah julukan dari mereka yang pernah membully saya, dikatakan demikian tidak mematahkan arang dalam berkarya, siput pelan tapi jalurnya pasti (Yaksa Agus)

Mayek Prayitno, dalam kapasitasnya sebagai kurator, menekankan pentingnya otentisitas yang mendalam yang ditemukan dalam karya-karya Yaksa Agus. "Yaksa Agus tidak hanya menciptakan karya seni yang memukau secara visual, tetapi ia juga menyampaikan pesan yang kuat tentang ketahanan manusia, harapan yang tak tergoyahkan, dan kemampuan luar biasa untuk mengatasi tantangan hidup yang paling berat sekalipun," jelasnya.

Pameran "2025" menampilkan beragam medium seni yang mencakup lukisan yang memikat, instalasi yang imersif, dan karya multimedia yang inovatif. Setiap karya menawarkan interpretasi yang unik dan mendalam tentang pengalaman Yaksa Agus dengan Hemofilia, mulai dari perjuangan fisik yang melelahkan hingga dampak psikologis yang seringkali terabaikan. Konsep "Estetika Palsu" berfungsi sebagai benang merah yang menghubungkan semua karya yang dipamerkan, menantang para penonton untuk mempertanyakan standar konvensional tentang keindahan dan merayakan keunikan serta keotentikan yang ada dalam setiap individu.

Diharapkan bahwa pameran ini akan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang Hemofilia dan memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan bagi para penyintas serta keluarga mereka. Selain itu, "2025" berdiri sebagai bukti yang kuat bahwa seni dapat berfungsi sebagai sarana terapi yang efektif dan bentuk ekspresi diri yang memberdayakan bagi individu yang menghadapi tantangan kesehatan yang signifikan.

Pameran "2025" terbuka untuk umum hingga 26 Oktober 2025, di RUANG GARASI, yang terletak di Jl. Gandaria 4 No. 2, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Baca juga: Ruang Garasi Hadirkan "2025" Karya Yaksa Agus : Seni sebagai Terapi dan Inspirasi


 

 

 


Baca Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terbaru

“Sepak Bola Indonesia Menuju Era Baru Antara Kebangkitan Tim Nasional, Pembenahan Liga, dan Ujian Konsistensi"
Dewi Sri Dari Kisah Padi, Tradisi Agraris, hingga Ragam Seni Nusantara
"Jika Aku Terlahir sebagai Bayi yang Terbuang, Apakah Aku Tetap Berhak Merayakan Hari Anak Nasional 2026?"
P3DN Jadi Penggerak Pertumbuhan Industri Nasional dan Penguatan Ekonomi Indonesia
Pendapatan Negara Naik 21,4 Persen APBN Semester I 2026 Jaga Stabilitas Fiskal
Bapenda Kabupaten Bandung Hadir di Hari Anak Nasional, Warga Bisa Urus Pajak Kendaraan Sekaligus Nikmati Acara
Depo POMINDO Pertama di Purwakarta Resmi Beroperasi, Digagas Pengusaha Asal Kuningan
Persakabo Steps Up Preparations for the 5th National Amputee Football Championship
Wawancara Tokoh : Nuyang Jaimee "Sastra Menyuarakan Perlindungan Perempuan dan Anak"
Goa Garunggang Bogor Tawarkan Wisata Alam Unik dengan Formasi Bebatuan dan Labirin Alami
Ketua APPMBGI Jawa Barat Hadiri Audiensi dan Jajaki Kolaborasi dengan PT Migas Utama Jabar
Wawancara Tokoh : Budi Santoso "PSAI Bogor to Host 5th National Amputee Football Competition"
Anna Ruswan Latuconsina Gelar Diskusi Buku “Arung Jeram Pernikahan” Bahas Perlindungan Perempuan
PSAI Kabupaten Bogor Gelar Latihan Mandiri untuk Persiapan Kompetisi Nasional Sepak Bola Amputasi Edisi V
“Narasinetwork.com Hadirkan Edisi Kompilasi Empat Dongeng Anak ‘Pulau Imaji’”
TVRI Perluas Akses Penyiaran Lewat Uji Coba 5G Broadcast Tanpa Kuota Internet
Pengelolaan Informasi Digital Kemdiktisaintek Raih Penghargaan pada Ajang IDEAS 2026
Kemendikdasmen Gelar Bintang Sobat SMP 2026 Dorong Murid Jadi Penggerak Budaya Digital Positif
Wamenhaj Dorong Ormas Islam Kelola Bimbingan Haji dan Umrah untuk Perkuat Perlindungan Jemaah
Prabowo Resmikan Mandatori Biodiesel B50 Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar pada 2026